Sampai Kapan Aku Terus Begini?

 Sampai kapan aku terus begini


Bismillah, Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh.


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا . أَمَّا بَعْدُ

Ayyuhal Ikhwah!

Alhamdulillah, senantiasa kita memuji dan bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala, yang dengan nikmat-Nya kita dapat terus memperbaiki ibadah kita, dan dengan nikmat-Nya pula niat-niat baik hamba dapat terlaksana.

Para teman-teman yang saya cintai! Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah memberikan kepada kita berbagai macam nikmat, dan di antara-Nya ialah nikmat kesempatan atau waktu luang, namun yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah waktu tersebut dapat kita pergunakan dengan baik? atau malah sebaliknya.

Sebagai seorang hamba Allah Ta'ala, kita dituntut untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya, dan salah satu bentuk pengabdian tersebut adalah mempergunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah. Namun sungguh disayangkan dizaman sekarang ini banyak ummat islam yang mengabaikan hal tersebut, dan berhubungan dengan hal ini Rasulullahi Shallallahu 'Alahi wa Sallam pernah bersabda dalam sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas yaitu:



نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة و الفراغ


Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktuluang. (HR. Bukhari, no: 5933)



Ayyuhal ikhwah!

Ibadah kepada Allah adalah prioritas kita yang sesungguhnya, maka marilah kita tingkatkan kualitas ibadah dan terus memperbaiki ibadah yang kita lakukan, yaitu dengan berusaha beribadah sesuai dengan ajaran yang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampaikan kepada ummat-Nya. Saudara ku, dunia ini adalah tempat bercocok tanam amal-amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak. Maka persiapkanlah diri kita mulai sekarang juga! Jangan tunggu besok!

Tidak jarang kita melihat ummat islam yang sudah berumur sekitar tiga puluh tahun namun cuma hafal tiga surat Al-Qur’an saja, yaitu al-ikhlas, al-falaq dan an-nas. Tidak ada didalam dirinya keinginan untuk menambah hafalannya padahal ia mempunyai kemampuan untuk menambah halafan Al-Qur’annya. Namun kalau kita lihat dari sisi duniawi banyak orang yang berlomba-lomba menggapai harta yang banyak dan kekayaan berlimpah. Contohnya seperti seorang tukang bakso keliling yang dulunya cuma jualan kecil-kecilan, tapi dengan tekad yang kuat ia selalu berusaha dan bekerja keras hingga ia menjadi orang yang sukses bahkan sekarang ia mempunyai warung-warung besar di berbagai sudut kota. Ya,,, untuk mencari harta benda adalah suatu hal yang wajar-wajar saja, namun ingatlah bukan itu tujuan utama kita hidup di dunia ini.


Ayyuhal ikhwah!

Kalau kita masih melalaikan waktu maka sampai kapankah kita terus begini, terus dalam kemaksiatan, terus berlumuran dosa. Akankah hanya ajal yang dapat memberhentikan kemaksiatan yang kita lakukan? Marilah ikhwan! Bangkit dan berubahlah menjadi pemuda-pemuda yang selalu ta’at kepada Allah, pemuda yang selalu cinta dengan masjid, cinta dengan Al-Qur’an, dan membawa manfa’at bagi orang lain...

Ayyuhal ikhwah! Kita bermohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam menjalankan syari’at islam yang haq ini dan kita memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang kita lakukan selama ini.. Aamiin Allahumma Aamiin..

Demikianlah nasehat yang dapat saya sampaikan dalam kultum singkat ini, semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita bersama. Dan saya mohon ma’af atas segala kesalahan dan kekurangan. Dan saya akhiri dengan do’a kafaratul majelis “Subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaahailla anta astaghfiruka wa atuubu ilaika”.



Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

0 Response to "Sampai Kapan Aku Terus Begini?"

Post a Comment