Bila Anggota Wudhu Terluka




Jika tangan seseorang yang dikategorikan sebagai anggota wudhu terluka dan ia tidak bisa membasuhinya serta tidak bisa membalutnya maka hendaklah ia berwudhu dan mentayamumkan bagian yang terluka. (Al-Mughni ma’a syahril khabiir I/282). Namun apabila hal tersebut dapat membahayakan, maka ia tidak wajib membasuh tempat terluka tersebut.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

عن أبى سعيد بن سعد بن سنان الخدري – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال " لا ضرر و لا ضِرار " حديث حسن رواه ابن ماجه و الدارقطني و غيرهما مسندا ورواه مالك في الموطأ مرسلا عن عمرو بن يحيى عن أبيه عن النبي صلى الله عليه وسلم فأسقط أبا سعيد ، وله طرق أخرى يقوي بعضها بعضا 

Dari Abu Sa'id, Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Janganlah engkau membahayakan dan saling merugikan”. 

(HR. Ibnu Majah, Daraquthni dan lain-lainnya, Hadits hasan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwaththa sebagai Hadits mursal dari Amr bin Yahya dari bapaknya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tanpa menyebut Abu Sa’id. Hadits ini mempunyai beberapa jalan yang saling menguatkan)

[Ibnu Majah no. 2341, Daruquthni no. 4/228, Imam Malik (Muwaththo 2/746)]

0 Response to "Bila Anggota Wudhu Terluka"

Post a Comment