Junub Ketika Dalam Perjalanan




Jika seseorang junub saat mengadakan perjalanan jauh dengan pesawat, hingga dia tidak sesuatupun yang bisa digunakan untuk tayamum. Selain itu, bila ia menunggu sampai tiba ditempat tujuan (mendarat) waktu shalat akan habis, padahal shalat tersebut  tidak bisa dijamak dengan shalat lain, seperti dia berangkat sebelum shalat subuh dan baru tiba di tempat tujuan setelah matahari terbit. Atau waktu yang habis itu adalah waktu untuk menjama’ shalat seperti dia berangkat setelah subuh baru sampai ditujuan setelah matahari terbenam. Maka apa yang harus ia lakukan?

Jika memang dipesawat betul-betul tidak bisa mandi, keadaan seperti ini diistilahkan oleh para fuhaqa’ sebagai “Faqidu thaharain” (tidak dapat dua benda yang mensucikan; debu dan air). Dalam hal ini ada beberapa pendapat; menurut Imam Ahmad dan mayoritas ahli hadis, ia tetap shalat walaupun dalam kondisi junub, karena itulah yang bisa ia lakukan, Allah Ta’ala tidak membebani hamba diluar kemampuannya.

Dalil khusus dalam masalah ini diriwayatkan muslim dalam shahihnya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan beberapa sahabat untuk mencari kalung Aisyah yang hilang. Ketika tiba waktu shalat datang mereka melaksanakan shalat tanpa berwudhu (karena tidak mendapat air), hal itu mereka laporkan kepada 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم maka turunlah ayat tayamum. (Shahih Muslim, no. 367).

Nabi صلى الله عليه وسلم tidak memungkiri hal ini, tidak pula memerintahkan untuk mengulanginya, dan shalat mereka tetap sah. Jadi walaupun thaharah syarat sah shalat, tidak seharusnya shalat diundur saat thaharah tidak bisa dilakukan. (Al-Mughni Ma’a Syarhil Kabiir 1/251).

Hukum diatas kadang berlaku bagi orang sakit yang tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya sama sekali, begitu juga bagi mereka yang dikurung disebagian penjara, kondisinya terborgol (dirantai) atau digantung. Artinya mereka tetap melaksanakan diundur serta tidak diulangi menurut pendapat yang benar, karena Allah tidak menyusahkan perkara agama-Nya.

0 Response to "Junub Ketika Dalam Perjalanan"

Post a Comment