Keluar Darah Setelah Keguguran, Shalat atau Tidak?




Jika seseorang wanita keguguran mengeluarkan darah, apakah ia bisa shalat (tanpa mandi)?

          Untuk menjawab pertanyaan diatas kita harus memahami jenis darah tersebut; nifaskah atau istihadhoh. Dalam hal ini para ulama telah membuat kaedah, yaitu, jika darah tersebut muncul setelah mengeluarkan sesuatu yang bentuknya seperti manusia, maka itu nifas. Sedangkan jika darah terlihat setelah wanita mengeluarkan nuthfah (mani) atau ‘alaqah (gumpalan darah) itu bukan nifas. (Al-Mughni Ma’a Syarhil Kabiir 1/361)

            Kondisi kedua dalam kaidah diatas disebut sebagai istihadhah, mengharuskan ia untuk berwudhu  bila melaksanakan shalat dan setelah masuk waktunya (tanpa harus mandi). Tapi jika muncul setelah ia keguguran (janin) yang sudah berbentuk atau sudah didapatkan tanda-tanda yang menujukkan pembentuka salah satu anggota tubuh seperti tangan, kaki atau kepala maka darah itu adalah nifas.

            Jikalau yang keluar (janin) diambil pihak rumah sakit lalu dibuang sehingga tidak diketahui hakikatnya (apakah sudah berbentuk atau belum), dalam hal ini ulama telah menetapkan, bahwa pembentukan dimulai minimal pada hari ke delapan puluh satu dari usia kehamila. (Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimi  4/292)

Ketetapan ini berdasarkan hadis Ibnu Mas’ud رضي الله عنه  , beliau berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم Ash-Shadiq (yang benar) Al-Mashduq (yang dibenarkan/diperaya) bersabda kepada kami,

إن أحدكم يحمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يبعث الله ملكا فيؤمر بأربع كلمات ويقال له اكتب عمله ورزقه وأجله وشقي أو سعيد ثم ينفخ فيه الروح

Artinya: “Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya ( pembuahan dan pertemuan ovum dengan sperma) didalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama, lalu diutuskan

malaikat kepadanya dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara; dikatakan kepadanya tulislah (1) amalnya, (2) rizkinya, (3) ajalnya, (4) nasib baik dan buruknya, kemudian ditiup kepadanya ruh.... (Lafadz ini milik Bukhari, Fathul Baari 6/303)

       Sebaiknya wanita yang mengalami permasalahan ini meminta bantuan para dokter agar permasalahannya jelas.

     Adapun darah yang keluar beberapa saat sebelum melahirkan, jika disertai rasa nyeri berarti bukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata, “Darah yang dilihat wanita detik-detik pra-melahirkan, jika disertai thalqu (rasa nyeri) maka itu nifas, maksudnya rasa nyeri yang diikuti kelahiran.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin 4/327).

0 Response to "Keluar Darah Setelah Keguguran, Shalat atau Tidak?"

Post a Comment