Kesyirikan Dibalik Indahnya Batu Akik


Kesyirikan Khasiat Batu Akik



Penulis: Aldi Syah (Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Prodi PBA, Angkatan 2013)
NIM: 221323982
Email: akhy.sunnah@gmail.com

Untuk menyelesaikan tugas final mata kuliah Metedologi Studi Islam



A.    Batu Akik Dikalangan Masyarakat

Batu akik adalah batu alam yang mempunyai keindahan seni baik dari segi warna maupun bentuknya. Batu akik cukup banyak di temui di pergunungan dan sungai, jenis-jenisnya pun beragam seperti; Batu kecubung, giok, sulaiman, onix hitam dan lain-lainya. Biasanya batu akik digunakan sebagai batu cincin yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Para pecinta batu akik meyakini bahwa batu akik mempunyai kekhususan, kekuatan dan khasiat tertentu yang tidak dimiliki oleh batu-batu biasa pada umumnya, seperti;

       1.      Batu kecubung, khasiat:
                o   Memudahkan pergaulan
                o   Meningkatkan gairah hidup pria
       2.      Batu giok, khasiat:
                o   Membuat hati tenang dan tentram
                o   Menyembuhkan penyakit ginjal dan rematik
       3.      Batu sulaiman, khasiat:
                o   Keberuntungan dan keberkahan
                o   Meningkatkan daya kerja otak
                o   Meningkatkan kecerdasan
       4.      Batu onix hitam, khasiat:
                o   Melindungi bisnis yang dijalankan
                o   Melancarkan rezeki

Dan masih banyak lagi khasiat-khasiat yang sering terdengar dari kalangan pecinta batu akik, maka tidak heran jika ada orang yang rela berkorban demi mendapatkan batu akik yang diinginkan.
 Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang disebutkan dalam kitab al-mustathrif, salah satunya ialah:

من تختَّم بالعقيق لم يزَل في بركة

Artinya : “Barang siapa bercincinkan akik akan senantiasa dalam keberkahan.”

Hadits diatas dijadikan peluang bagi para pecinta batu akik untuk menyebarluaskan isu-isu yang dusta seputar khasiat-khasiat batu akik. Sehingga tidak jarang kita melihat orang yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah hanya sekedar untuk mendapat khasiat dari batu akik tersebut.

Melihat hadits diatas maka timbul pertanyaan apakah benar ada hadits sahih atau perkataan yang mengarah pada masalah ini. Apakah yang dikemukakan dalam kitab tersebut benar dan menjadi hujjah. Apakah batu-batu tersebut memiliki keistimewaan tertentu dibandingkan batu-batu yang lainnya? Mari kita simak dipembahasan berikutnya.


B.     Hukum Meyakini Adanya Keutamaan pada Batu Akik

Nah, dalam permasalahan ini Lajnah Daaimah Lilbahuus Al-‘Alamiah wal Iftaa’ (lembaga tetap untuk riset ılmiah dan fatwa) dalam sebuah fatwanya yang terjemahkan oleh Syafar Abu Difa, menyatakan:
“Hadits keutamaan cincin dan batu-batu yang disebutkan maupun kekhususannya tidak sahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Tidak boleh menisbatkan kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam apa yang tidak beliau katakan. Telah jelas bahwa Beliau bersabda,

من كذَبَ عليَّ متعمدًا فليتبوَّأ مقعدَه من النار. متفق عليه

“Barang siapa berbohong atasku dengan sengaja berarti menempatkan tempat duduknya dari api neraka.”[1]

Sebagaimana tidak boleh seorang pun meyakini bahwa cincin-cincin tersebut memiliki keutamaan. Tidak layak membenarkan apa yang telah dirajut mengenai cerita-cerita dan khurafat-khurafat. Kitab “al-Mustatharif” (yang disebutkan) tidak boleh dijadikan sandaran perkara ilmu dan agama.”[2]

Dalam penjelasan diatas sangatlah jelas tentang keharaman menyakini batu akik mempunyai keutamaan tertentu, karena keyakinan tersebut dapat mengantar manusia kepada unsur kesyirikan. Dan  kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 116:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Q.S. An-Nisaa’ : 116)

Allah Ta’ala juga befirrman:

Artinya : “dikatakan (kepada mereka) "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu", lalu mereka menyerunya, Maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.” (Q.S. Al-Qashash : 64)

Dalam ayat diatas Allah ta’ala memberikan tantangan bagi orang-orang yang menjadikan makhluk sebagai sekutu-Nya, dan sungguh hanyalah Allah ta’ala yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Pada hari kiamat nanti sekutu-sekutu yang dijadikan oleh para pelaku kesyirikan akan berlepas diri dari mareka dan tidak akan memberi bantuan apa pun, karena sesungguhnya tidak ada naungan pada hari akhir kecuali naungan Allah subhanahu wata’ala.

Pada awalnya pemakaian batu cincin hukumnya adalah boleh, namun jika ada keyakinan bahwa batu tersebut yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudharat secara mutlak itu hukumnya haram. Maka bagi anda para pecinta batu akik hendaklah membuang jauh-jauh kenyakinan menyimpang tersebut, jangan sampai batu cincin yang anda pakai justru menjadi salah satu sebab ditolaknya amal ibadah yang anda lakukan dan pada akhirnya batu cincin itu juga yang menggiring anda ke dalam kesesatan yang nyata.

Kewajiban kita sebagai seorang hamba adalah menta’ati segala ketetapan hukum yang Allah subhanahu wa ta’ala telah tetapkan walaupun ketetapan tersebut tidak kita sukai. Allah ta’ala berfirman :

Artinya : “dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir. agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” (Q.S. Al-Anfaal : 7-8)

Para pembaca yang budiman, mungkin anda pernah melihat atau mendengar kejadian-kejadian mistis yang berkaitan dengan batu akik seperti; ada orang yang dulunya miskin dan kemudian ia memakai batu akik secara tiba-tiba ia menjadi orang yang kaya raya dalam waktu singkat, lantas ia mengklaim bahwa kekayaannya itu disebabkan oleh batu akik yang ia pakai. Nah, bagaimanakah fenomena ini bisa terjadi, apakah betul batu akik dapat mendatangkan kekayaan bagi sang pemakainya?

Dalam masalah ini hal pertama yang harus kita ketahui adalah, keberhasilan atau terbuktinya peristiwa diatas, tidak menjadikan bolehnya berkeyakinan bahwa batu akik dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudharat. Karena sesungguhnya agama Islam ini tidak berdiri diatas suatu fakta atau pemikiran seseorang, melainkan diatas Al-Qur’an dan As-Sunnah serta pemahaman para salafushshaalih, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah potongan hadis dari Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra.:

فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ  . رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Artinya : “Berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.”[3] (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)


C.    Kesimpulan

1.   Batu akik tidak dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudharat

2. Keyakinan bahwa batu akik punya keutamaan dan khasiat tertentu adalah sesuatu yang diharamkan.

3. Allah subhanahu wata’ala maha berkuasa atas segala sesuatu, maka tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudharat kecuali Allah ta’ala semata.

4.  Hadits-hadits yang menyatakan bahwa adanya keutamaan dan khasiat tertentu pada batu akik, adalah hadits-hadits yang palsu.

5.  Sikap kita sebagai hamba Allah ta’ala adalah menta’ati segala ketetapan-Nya, yaitu sami’na wa atho’na (kami dengar ya Allah dan langsung kami ta’ati), tanpa menggunakan kecerdasan kita terlebih dahulu, karena tidak mungkin kecerdasan kita lebih benar daripada ketetapan Allah dan Rasul-Nya

Demikianlah pembahasan dan kesimpulan yang dapat penulis paparkan, semoga dapat mudah dipahami dan dapat menjadi pengetahuan baru bagi kita bersama sehingga kita bisa lebih arif dalam menghadapi suatu permasalahan.


Daftar Pustaka

Lajnah Daaimah Lilbahuus Al-‘Alamiah wal Iftaa’ 1432 H. Al-I’tiqaad biann Lilahjaar Al-Kariimah Khaashiah bil Lughah Indunisiyyah.

Imam An-Nawawi. 2012.Terjemahan Hadits Arba’in An-Nawawiyah. Jakarta: Al-I’tishom Cahaya Umat.

Baqi Muhammad Fuad Absul, 2010. Al-Lu’ lu’ Wal Marjan.  Qatar.


[1]  Shahih al-Bukhari al-Janaiz : 1291, shahih Muslim Muqaddimah : 4, musnad Ahmad ibn Hanbal : 4/252.
[2] Lajnah Daaimah Lilbahuus Al-‘Alamiah wal Iftaa’ 1432 H. Al-I’tiqaad biann Lilahjaar Al-Kariimah Khaashiah bil Lughah Indunisiyyah. Hal. 5-6.
[3] Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676

3 Responses to "Kesyirikan Dibalik Indahnya Batu Akik"

  1. Assalamualaikum Agan, itu masang radio gimana caranya Gan? Bagi scriptnya dong ya ya ya :D

    ReplyDelete
  2. Alhamdullilhah ane gk punya batu akik,..

    ReplyDelete
  3. Cari di google aja akh,,, insya Allah ada.. ^_^

    ReplyDelete