15 Alasan Wanita Muslimah Tidak Mau Memakai Jilbab



 Semua Muslimah Wajib Berhijab




Oleh : Mas’ud


A’udzubillaahiminasysyaitoonirrojiim



“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, ……” (QS. An-Nur (24) : 31) 


Bismillahirrahmanirrahim



Tidak jemu-jemunya penulis memanjatkan rasa syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. atas karunia dan nikmat yang diberikan kepada penulis baik itu nikmat kesehatan, kesempatan, iman dan hidayah sehingga penulis kembali dengan semangatnya untuk melanjutkan da’wah atau peringatan kepada Anda para pembaca. Karena Allah Subhaanahu wa Ta'ala. berfirman “Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Adz Dzariyat: 55). Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan Muhammad adalah utusan-Nya.


Pada catatan ini, penulis lagi-lagi bahas soal wanita untuk kedua kalinya setelah catatan sebelumnya membahas tentang wanita sholehah. Entah, tiba-tiba ana semangat sekali ingin menulis tentang wanita. Namun itu barangkali adalah secercah hidayah dari-Nya bagi ana dan para wanita muslimah sekalian. Karena fenomena sebagian wanita muslimah yang menjadi pemandangan rutin penulis setiap hari sungguh jauh bahkan keluar dari nilai-nilai Islam. Ana ambil sampel yang paling konkrit di mata yaitu masalah pakaian dalam hal ini adalah jilbab. Sebagian mereka mengeluarkan seribu alasan yang tidak bertanggung jawab untuk tidak mengenakan jilbab demi berpakaian menurut kemauan. Diantara alasan mereka adalah panas, gerah, gak bebas, risih dll. 

Wahai kaum wanita muslimah, ingatlah bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'ala menurunkan syari’at jilbab atas kamu supaya kamu menutup auratmu dan dengannya kamu terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Allah yang telah menciptakan kamu, maka Allah pula yang lebih tahu keadaan mu. Maka dari itu, terimalah syari’at itu dengan apa adanya, senang atau susah, suka atau tidak suka. Yakinlah tidaklah Allah Subhaanahu wa Ta'ala menghendaki kerusakan atas dirimu melainkan engkau akan mendapatkan seribu hikmah dalam balutan jilbabmu. Namun sebagian perempuan muslimah punya banyak alasan rekayasa untuk tidak mengenakan jilbab. Dengan demikian, mereka telah mengabaikan salah satu perintah Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang sangat esensi dimana hukumnya adalah fardu ‘ain alias wajib setiap wanita yang mengaku Islam.

Berikut penulis kemukakan beberapa kemungkinan alasan sebagian wanita muslimah tidak mau atau tidak suka memakai jilbab yang disertai dengan jawaban tanggapan penulis atas alasan tersebut.


1. Jilbab itu budayanya orang timur tengah alias orang arab.

Mereka yang beralasan demikian karena tidak pernah mau belajar atau mempelajari agamanya yaitu Islam. Islam adalah agama yang sifatnya universal, rahmatallill ‘alamin. Artinya apa, Islam itu diperuntuhkan kepada seluruh umat manusia di dunia, buka Cuma orang arab. Dengan gamblang Allah Swt. berfirman "(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

Di Arab, memang engkau melihat rata-rata wanita muslimah di sana memakai jilbab dengan sempurna. Itu buka karena budaya melainkan negara tersebut menerapkan atau menjadikan syari’at Islam sebagai UU negaranya. Dan ini yang semestinya menjadi contoh buat negara kita sebagai negara yang mayoritas muslim. Dan di negara Arab, di situlah awal datangnya Islam. Berbeda dengan negara kita yang masih tidak mau mengambil syari’at sebagai aturan ketatanegaraan. Seakan mereka mengatakan syari’at Islam pantasnya di Arab saja. Lalu kemudian mereka mash meminjam atau menganut sistem sekuler yang sudah terbukti kebobobrokannya demi mungkin suatu kepentingan. Itu terbukti dari banyaknya kasus-kasus yang sudah akrab di mata dan telinga kita korupsi, nepotisme, demokrasi, privatisasi sumber daya alam, riba bank, peredaran ditambah kasus peredaran video fulgar, serta terutama masalah pakaian yang tidak pantas bagi wanita muslimah


2. Belum dapat hidayah dari Allah Subhaanahu wa Ta'ala

Ingatlah bahwa turunnya hidayah kepada seseorang karena ada kemauan atau cita-cita yang dibuktikan dengan usaha untuk menuju kepada hidayah, artinya seseorang hendaknya menempuh jalan atau asbab-asbab yang menyebabkan turunnya hidayah kepadanya. Tidak menunggu begitu saja dalam kemaksiatan tanpa ada usaha (belajar) walaupun sedikit. Seperti seseorang yang mau makan. Makanan tidak langsung ada di hadapannya kalau dia sebelumnya tidak masak beras. Sama dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah hudan atau petunjuk di dalamnya salah satunya terdapat petunjuk atau perintah mengenakan jilbab. Nah, engkau tidak akan mengetahui pentunjuk (hidayah) itu tanpa membaca Al-Qur’an atau mendengarkan nasehat ustadz-ustadzah. Sekarang, pada jaman serba teknologi ini, mempelajari Al-Qur’an dan Al-Hadits paling tidak telah memudahkan kita. Misalnya internet. Bisa dikatakan, banyak jalan menuju hidayah melalui jalan ini. Banyak saudara-saudara kita seislam, ikhwan dan akhawat yang berada’wah melalui media ini dengan artikel-artikel Islamnya. Sebaliknya juga remaja sekarang banyak memanfaatkan waktunya atau menyia-nyiakan waktunya di hadapan monitor daripada di hadapan Al-Qur’an. Mereka sepertinya menghabiskan sebagian besar hidupnya di internet. Internet, apa sih yang tidak ada di dalamnya. Informasi komplit yang ingin kita dapatkan ada semua. Namun perlu diketahui bahwa iblis dan pasukannya tidak akan diam dan sepertinya gembira dengan kehadiran media ini. Di sinilah sebenarnya setan bersarang dimana telah meracuni otak sebagian kaum muslimin sehingga bukan Cuma banyak jalan menuju hidayah namun lebih banyak lagi jalan menuju maksiat. Hampir tidak bisa dihindari yang namanya gambar-gambar maksiat karena didominasi oleh foto-foto artis perempuan atau orang yang populer tapi sekuler yang tentunya tidak ada yang mengenakan jilbab. Apalagi sekarang telah beredar video porno mirip artis. Tentu sangat memprihatinkan sekali. Sehingga terbetiklah dalam benak kita untuk mengetik kata kuncinya. Nah, dalam keadaan seperti ini mana mungkin hidayah Allah Subhaanahu wa Ta'ala bisa datang sementara jalan yang ditempuh adalah hidayahnya setan. Kalau begitu, jika engkau melihat internet lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya maka Anda harus menghindari internet itu kecuali orang yang tetap istiqamah dalam da’wahnya lewat media ini demi menyelamatkan saudaranya. Mending Anda baca buku dan majalah islami atau menghadiri majelis-majelis ilmu serta kajian Islam.


3. Nanti kalau sudah tua baru pakai jilbab

Dari alasan ini, sepertinya jilbab diperuntuhkan untuk orang tua saja yaitu orang yang tidak lagi mempunyai rubuh yang menarik untuk dilihat, jadi ditutupi saja. Wanita ini beralasan demikian karena ia tidak puas jika lekuk-lekuk tubuhnya tidak disaksikan laki-laki. Justru dalam Islam, jilbab ini wajib bagi setiap wanita yang mengaku Islam terutama yang masih gadis karena di masa inilah gadis-gadis memiliki tubuh yang indah, padat dan langsung sebelum akhirnya menyusut karena tua dan inilah tubuh yang mestinya dibalut dengan jilbab. Karena mata siapa saja yang memandangnya pasti menimbulkan kesan yang indah tapi nafsu kecuali mereka yang menundukkan pandangannya. Jika memang sudah ada seujung kuku hidayah dalam hati anda maka segeralah merealisasikannya dengan tindakan atau amal tanpa menunggu waktu. Sebab Anda tidak dijamin oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala untuk hidup sampai pada hari tua. Boleh jadi hari ini, esok atau lusa menjadi terakhir Anda di dunia ini. Dan tentunya Anda tidak ingin mati dalam keadaan maksiat kepadanya.


4. Memakai jilbab itu gerah, panas

Alasan seperti ini pantasnya dialamatkan kepada wanita muslimah yang ada di negara arab sana yang memiliki suhu panas lebih tinggi. Namun lihatlah mereka tetap istiqamah dengan jilbabnya sambil berjalan di atas padang pasir di bawah teriknya matahari. Dan itu tidak membuat mereka risih dengan pakaiannya. Mereka bahkan merasa nyaman dengan itu karena kulit mereka terlindung dari sinar matahari yang menyengat. Lebih dari itu karena mereka telah ikhlas. 

Mustahil Allah Subhaanahu wa Ta'ala menzhalimi seorang hamba dengan menurunkan syariat pakaian ini melainkan banyak hikmah yang engkau bisa rasakan.

Berbeda dengan kondisi suhu yang ada di negara kita, iklimnya adalah tropis, arti asal-asalannya adalah antara panas dan dingin alias sejuk. Jadi, memakai jilbab tentu lebih nyaman lagi. Ingat, hanya akan Anda rasakan jika disertai dengan keikhlasan. Wanita yang tidak mau mengenakan jilbab karena panas, mereka tidak pernah merenungkan bagaimana panasnya api neraka.


5. Takut tidak istiqamah

Alasan ini mereka keluarkan lebih karena mereka melihat sampel atau contoh yang salah. Mereka melihat wanita muslimah yang tidak istiqamah dalam jilbabnya. Kalau kondisinya gerah, jilbab dilepas. Jika dingin, jilbabnya dipasang lagi. Tentu yang seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam. Dalam situasi apapun, predikat Islam harus bisa melekat pada diri Anda. Kalau Anda ikhlas menerima Islam apa adanya maka Anda bersiap-siap untuk menjalaninya dalam kondisi apapun juga. Begitu juga dalam behijab, perasaan seperti itu tidak lain adalah ujian dari Allah Subhaanahu wa Ta'ala apakah Anda masih bisa istiqamah dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Jika Anda tetap komitmen dalam keadaan seperti itu maka Anda berhak menyandang predikat taqwa karena Anda telah melaksanakan perintah Allah Subhaanahu wa Ta'ala dalam keadaan suka atau tidak suka dan itulah salah satu ciri wanita sholehah.


6. Buat apa pakai jilbab kalau di bawahnya ketat

Lagi-lagi mereka melihat contoh figur yang salah dan parah kerusakannya dalam hal berjilbab. Kalau memang pemahaman Anda mengenai jilbab seperti itu maka tidak usah pakai jilbab sekalian karena jilbab yang Anda maksud adalah fungsinya tidak lebih sekedar penutup kepala saja dan bagian bawah tidak tertutupi atau dari dada sampai ujung kaki hanya dibungkus dengan kaos ketat, melar dan tipis. Tentu hal ini sangat tidak pantas diambil contoh bagi wanita muslimah dalam berjilbab. Adapun jilbab yang penulis maksudkan adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan, tidak longgar dan ketat. Sebagian mereka juga berdalih bahwa jilbab seperti itu (bc: jilbab yang tidak syar’i) masih mending dari pada tidak sama sekali. Alasan seperti itu harus dibuang jauh-jauh karena walau bagaimanapun keduanya tidak ada yang memenuhi syarat menurut Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya atau berdosa jika tetap dalam keadaan seperti itu. Mereka berpakaian menurut hawa nafsunya bukan menurut Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Mungkin dihadapan mara orang awam, hal itu agak sopan atau alim dari tidak berkerudung sama sekali namun hal ini tidak berlaku di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'ala kecuali murkanya atas kalian.


7. Tempat kerja atau atasan melarang saya memakai jilbab

Banyak wanita yang rela melepaskan jilbabnya karena tuntutan tersebut. Mereka mengorbankan simbol Islamnya begitu saja hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Mereka takut tidak mendpat kerja, takut miskin. Seakan mereka berpikiran bahwa disitulah rezki yang selama ini dicari. Lalu kemudian, mereka rela melakukan apa saja termasuk melepaskan jilbab demi mematuhi aturan yang berlaku. Mereka sudah tidak lagi mengindahkan aturan Allah Subhaanahu wa Ta'ala sebagaimana sebelumnya 


8. Jilbab besar tidak bisa dijamin ketaqwaannya

Inilah alasan yang sering muncul di benak mereka sehingga mereka memilih tidak memakai jilbab saja karena katanya ada juga wanita yang tidak berjilbab baik hatinya sehingga tenggelamlah mereka dalam kemaksiatan. Untuk alasan ini, tanggapannya dapat dilihat pada catatan ana edisi ke III. Jika alasannya seperti itu maka siapakah yang lebih Bertakwa yang berjilbab besar atau yang gak pake jilbab?


9. Jilbab besar itu aneh di tengah keluarga atau orang-orang di sekitar karena dianggap memiliki aliran radikal

Hanya orang-orang bodoh yang tidak mau belajar mengeluarkan alasan seperti ini sebab andaikan mereka mau belajar, tentu mereka akan tahu bagaimana sebenarnya jilbab yang syar’i. eksistensi wanita muslimah yang berjilbab seperti itu memang tidak jarang dianggap aneh di tengah-tengah masyarakat atau keluarganya pasalnya yang menjadi pemandangan sehari-hari sebagaimana lazimnya adalah wanita yang mungkin shalat lima waktu tapi di luar rumah mereka berpakaian ketat longgar dan tipis serta menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya. Di dalam rumah mereka alim, di luar rumah mereka kafir. Sehingga ketika hadir sosok wanita yang berjilbab maka ia akan dianggap aneh, tidak seperti yang mereka biasanya saksikan atau tidak jarang ia difitnah dengan tuduhan wanita yang beraliran sesat. Nah, kalau sudah demikian siapakah sebenarnya yang lebih sesat, wanita yang berjilbab atau mereka yang menuduh yang tidak pernah mau belajar dan tenggelam dengan kebodohannya atau wanita yang berpakaian ketat dan transparan?


10. Jilbab itu tidak gaul

Wanita muslimah yang beralasan demikian karena mereka masih cinta dengan gaya hidup bebas seperti orang-orang barat. Gaul yang dimaksudkan mereka di sini kemungkinan adalah;

Masalah Fashion (model pakaian)

Biasanya atau yang kerap terjadi mereka yang masih senang berpakaian ala bebas kebarat-kebaratan kelihatannya agak repot dalam memilih model pakaian, mulai dari motif-motif dan warnanya yang bervariasi dan terkadang hal itu membuat mereka bingung dan risih dalam memilih. Jika ada pesta atau acara di tempat yang berbeda mereka juga akan memakai model pakaian yang berbeda di setiap tempat acara itu karena mereka malu jika dilihat mengenakan pakaian yang sama. Sehingga jangan salah kalau ada yang rela mengkoleksi pakaian yang satu lemari penuh, belum termasuk assessorisnya. Apalagi di setiap tahun atau bahkan setiap bulannya muncul lagi model pakaian update alias terbaru.

Berpakaian dalam Islam tentu tidak seperti itu sebab Islam menghendaki umatnya berpakaian ala sederhana tidak berlebih-lebihan sesuai dengan yang disyariatkan. Cukup dengan dua atau tiga warna saja. Tidak banyak motif dan model apalagi assessorisnya. Dan itu tidak mengurangi rasa percaya diri Anda di tengah orang banyak. Anda tidak akan dicap sebagai wanita sembarangan karena Anda menutup aurat. Anda akan terhindar dari pandangan-pandangan yang tidak bertanggung jawab karena yang nampak Cuma muka dan kedua pergelangan tangan. Namun yang terpenting adalah Anda telah menjadi wanita yang takut (bertaqwa) kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. 

Friendship (persahabatan)

Alasan Anda tidak mau mengenakan jilbab mungkin karena masih suka bergaul dengan lawan jenis tanpa batas atau bercampur baur dengan mereka yang bukan mahram Anda atau Anda takut dicap sebagai wanita yang sombong, tidak mau disentuh walau sedikit, tidak mau berjabat tangan, atau duduk berdampingan dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Ketahuilah bahwa Islam itu adalah agama yang suci. Islam itu menjaga dan menghormati kesucianmu dengan tidak bersentuhnya kulitmu dengan kulit pria lain. Sebab, suatu yang tidak bisa dipungkiri apabila Anda bersentuhan kulit atau Anda disentuh walau ada kain yang menghalangi atau duduk berdampingan dengan laki-laki yang bukan mahram Anda secara langsung Anda merasakan kenyamanan, nafsu seketika itu juga terbetik, dan ada kecenderungan untuk agar tetap bisa terus seperti itu pada waktu itu dan di lain kesempatan. Disinilah sebenarnya iblis dan pasukannya memulai aksinya sebelum Anda terjerumus ke dalam persinahan walaupun hakekatnya Anda telah hanya melakukan zina kecil. Maka dari itu, Islam membatasi pergaulan Anda dengan lawan jenis agar Anda terhindar dari kerusakan harga diri dan murka Allah Subhaanahu wa Ta'ala Atau mungkin Anda berpikir tidak akan sampai pada persinahan yang sesungguhnya namun Anda telah mendekati zina yang jelas dilarang dalam agama. Atau ketika Anda disentuh, Anda tidak merasakan apa-apa alias tidak ada nafsu, itu karena Anda sudah terbiasa dan dari kebiasaan itu besar kemungkinan akan melahirkan aksi-aksi baru dari lawan jenis Anda, karena Anda tidak merasa risih dan tidak mengerutkan dahi misalnya dicium, dipeluk, dipengang atau dirangkul. Tentu semua itu menimbulkan sensasi nafsu yang dasyat dan dengan demikian Anda telah berada di ambang pintu persinahan yang sesungguhnya. Karena itu Islam melarang zina amta, tangan, kaki, telinga, dan mulut. Karena memang dari situlah asal mulanya zina kemaluan. Maka demi kekhawatiran itu, sehingga Anda dibatasi bergaul dengan lawan jenis Anda. Namun bukan berarti dilarang. Silahkan bergaul dengan lawan jenis yang bukan mahram Anda dengan syarat menutup aurat dengan sempurna (berjilbab), menjaga pandangan, tidak berkhalwat (berdua-duaan), dan tidak berbicara dengan lembut disertai tunduk sehingga muncullah keinginan bagi laki-laki yang punya penyakit hati serta harus disertai dengan mahram. Dengan demikian Anda akan merasa nyaman dalam bergaul dan kesucian Anda akan terpelihara.


11. Saya dilarang oleh orang tua pakai jilbab

Walaupun orang tua Anda yang menyuruh Anda tidak mengenakan jilbab maka hal itu wajib ditentang karena sama halnya mereka menyuruh Anda bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Karena mereka adalah orang tua Anda maka tolaklah perintah itu secara halus. Berikan ia pengertian dan pemahaman Islam dengan lembut dengan tidak berlagak sok menasehati. Jangan sampai ia tersinggung dengan apa yang Anda sampaikan. 


12. Takut tidak laku

Jodoh itu ada di tangan Tuhan. Dan setiap hamba sudah ditentukan jodohnya. So,, tidak sepantasnya Anda berpikiran laku atau tidak laku. Memang semua harus disertai dengan usaha tapi tidak dengan jalan yang diharamkan. Sebab jika Anda ingin laku dengan cara menampilkan aurat atau berpenampilan seksi, jangan salah laki-laki yang menjadi pasangan hidup Anda kelak adalah laki-laki yang mata keranjang yang suka mengumbar pandangan sehingga kesetiannya terhadap Anda untuk tidak selingkuh tidak bisa dijamin dan perceraian telah menjadi indikasi sebagai ketidakpuasan pasangan Anda dengan Anda sendiri karena Anda hanya dinilai sebagai pemuas nafsu. Kalaupun pasangan Anda bertahan, itu karena mungkin Anda masih bisa berpenampilan cantik di depannya, Anda punya banyak harta, atau popularitas memuncak. Setelah itu semua sirna maka engkau akan mendapatkan ia berpaling dari kehidupan Anda karena memang pada awalnya Anda dinikahi bukan karena agama dalam hal ini adalah kesholehan.

Berbeda halnya jika Anda dinikahi karena agama yang Anda miliki, Anda akan dinilai dengan berbagai macam kebaikan. Tidak sembarang laki-laki yang memilih Anda. Bagaimana tidak, jalan yang Anda tempuh adalah jalan yang diridhoi Allah Subhaanahu wa Ta'ala agama itu dibawa sampai mati dan tidak akan pudar. Maka jika Anda dinikahi karena agama berarti pasangan Anda siap menjalani hidup dengan Anda sampai mati pula. Kalaupun salah seorang diantara kalian ada yang tidak istiqamah dalam agama maka yang satunya akan terus mengingatkan atau memberikan nasehat agama. Alangkah indahnya dan penuh kasih sayang jika suasan bahtera kehidupan seperti ini. Dan kalaupun Anda ditakdirkan dinikahi oleh orang zalim, besar kemungkinan karena orang tersebut mau berubah ke arah yang baik yaitu agama setelah sebelumnya diintrogasi. Maka tentunya ini adalah ladang pahala bagi Anda jika Anda berhasil mengarahkannya.


13. Tidak bisa bergerak bebas atau olahraga seperti laki-laki

Anda sebagai wanita tidak mungkin berlagak atau bertindak sebagaimana laki-laki sebab hal itu dlaknat Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Wanita itu identik dengan kelembutan. Hal itu dapat diketahui dari postur fisik yang dia miliki, berbanding jauh dengan pria. Siapa bilang wanita berjilbab tidak bebas bergerak dan berolahraga. Silahkan Anda bergerak bebas dan berolahraga di tuangan tertutup misalnya di rumah, di kamar, di tempat-tempat yang khusus untuk wanita tapi dilarang memperlihatkan aurat. Jangan sekali-sekali berolahraga di tempat yang terbuka atau hal itu akan menimbulkan fitnah. Jika Anda ingin menikmati hawa udara pagi, Anda masih bisa menyempatkan diri untuk berjalan-jalan. Perlu diketahui shalat juga adalah olahraga fisik. Sebenarnya kalau mau dikatakan tidak bisa bergerak bebas, maka sebenarnya alasan itu lebih pantas bagi wanita yang berpakaian ketat dan terbuka. Fenomena ini mungkin sering kalian para pembaca saksikan termasuk penulis yang kadang tidak sengaja melihat atau tidak bisa menjaga pandangan ini misalnya jika ia membungkukkan badan maka engkau akan melihat ia menarik kebawah ujung bajunya di bagian belakang punggungnya supaya tertutupi dan karena malu dilihat punggungnya dan sebagian “CD” nya dari belakang atau dari depan ketika ia membungkuk hendak mengambil sesuatu tangan yang satunya maka tangan lainnya berusaha menutupi atau menekan baju bagian atas dadanya agar tidak kelihatan yang kelihatan. Tindakan seperti ini sama halnya dengan berusaha berbuat baik dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, siapakah sebenarnya yang lebih risih dan repot dalam hal berpakaian??


14. Adat atau tradisi yang menghendaki saya tidak pakai jilbab

Kejadian yang memprihatinkan ini kerap terjadi kalau ada pesta atau acara yang berkaitan dengan adat. Islam itu bersumber dari Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang menciptakan Anda sementara adat adalah hasil karya manusia itu sendiri. Maka siapakah yang lebih berhak engkau taati? Manusia atau Allah dimana Dia yang menciptakan manusia itu? Kalau orang tua Anda sendiri wajib ditolak perintahnya dalam perkara ini maka tuntutan adat lebih wajib lagi untuk dibantah dengan keras. Mungkin Anda beralasan ingin melestarikan adat, tradisi dan budaya dan takut jika punah. Penulis jawab dengan seperti ini, cukuplah Islam yang menjadi tradisi Anda dalam masalah berpakaian, cukuplah Islam yang mengatur masalah pakaian Anda. Di samping Anda melestarikan tradisi, adat dan budaya tersebut maka di waktu bersamaan Anda turut melestarikan kemaksiatan. Tradisi orang tua dulu seperti dulu tidak bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'ala kelak. Bagaimana tidak, misalnya baju bodo dan baju kebaya yang Anda tentu sudah tahu bagaimana modelnya yang masih jauh sekali dari menutup aurat. Jauh sebelum Islam datang dan berkembang sampai ke Indonesia baju tradisi ini sudah ada. Setelah Islam ada, maka pakaian untuk muslimah diatur dan dirubah modelnya yang berbeda jauh dengan pakaian tradisi menjadi lebih aman dan tubuh terlindungi dari pandangan. Maka tidak ada alasan mentaati adat dengan meninggalkan Islam.


15. Ingin mensyukuri nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'ala
 atas keindahan tubuh yang diberikan

Mensyukuri nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'ala bukanlah seperti itu yaitu mempertontonkan aurat di hadapan orang. Bersyukur itu harus pada porsinya yaitu bagaimana anggota tubuh Anda dibawa kepada perkara yang bernilai ibadah. Anda diberikan mata tentu digunakan untuk melihat yang baik-baik saja. Anda diberikan dua telinga untuk mendengar untuk mendengar yang baik-baik saja. Anda diberikan mulut tentu bukan untuk mengatakan sesuatu yang tidak ada nilainya atau sia-sia melainkan untuk menyampaikan, menasehati dan mengajak kepada kebaikan. Begitu pula dengan tubuh yang indah dan seksi yang Anda miliki harus ditutupi karena demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bukan sebaliknya dinampakkan yang bisa menimbulkan niat yang tidak baik bagi pria yang melihatnya. Karena dengan demikian berarti Anda menghendaki terjadinya kerusakan pada kesucian diri Anda dan ingatlah bahwa tubuhmu untuk suamimu.

Akhir kata, saya mohon maaf kepada para pembaca dan mohon ampun kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala apabila ada kesalahan penempatan dan penggunaan kata dalam catatanku ini. Kebenaran dari Allah, kesalahan dari ana sendiri sebagai hamba yang bodoh, dhoif dan miskin ilmu. 

___________________________

Baca juga:

0 Response to "15 Alasan Wanita Muslimah Tidak Mau Memakai Jilbab"

Post a Comment