Ada Apa dengan Foto Profil Ku


Oleh : Mas'ud

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah subhaanahu wa ta'ala yang menciptakan segala sesuatunya menjadi indah dan tidak sia-sia yang disediakan untuk hambanya, apakah ia kafir ataupun ia beriman. Oleh karena itu, sebagai orang beriman pantaslah (wajib) bagi kita mensyukuri nikmat itu yang mana perwujudannya bukan sekedar ucapan “alhamdulillah” saja.
Namun lebih dari itu, nikmat itu diwujudkan dalam bentuk peribadatan kepada Allah subhaanahu wa ta'ala atau dengan kata lain membawa nikmat itu kepada sesuatu yang mendatangkan manfaat dan bernilai ibadah di sisi rabbul’aalamiin.

Shalawat dan salam saya haturkan kepada khatimul ambiyaai wal mursalin baginda nabi besar Muhammad sallalloohu alaihi wa sallam. Nabi yang telah mengantarkan kita kepada islam yang berlandaskan al-Qur’an dan Assunnah yang membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia wal akhirat insyallah. Semoga kita disatukan dalam sunnah Nabinya dan diberikan kekuatan untuk mengamalkannya. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya.

Amma ba’du,

Alhamdulillah, adalah kata yang pantas terucap dari mulut seorang hamba yang senantiasa mensyukuri nikmat-Nya, terutama bagi penulis yang diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memulai kembali goresan pena ini yang terwujud dalam catatan mungil ini dalam rangka da’wah ilallaah. Karena bagaimanapun, peringatan ini adalah sangat bermanfaat bagi mereka yang beriman.

Adapun catatan ini saya beri judul “Ada apa dengan foto Profile ku”. Ketika membaca judul ini, sepertinya terdapat masalah dengan foto profile. Nah, inilah yang akan saya bahas pada kesempatan yang berbahagia ini dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang ada. Bicara masalah pengetahuan tentu tidak boleh lepas dari Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah sallallaahu alaihi wa sallam. apakah itu berbicara masalah dunia lebih-lebih akhirat untuk mencari manfaat dan kemudharatan suatu suatu perkara. Karena disinilah bedanya antara orang yang berakal (beriman) dan yang tidak dalam menjelaskan suatu perkara. Disini penulis mencoba menganalisa lalu mengungkapkan masalah yang terdapat pada foto anda sekalian yang ada di sudut profile maupun di beranda foto, tentu dilihat dari sisi negatif atau positifnya atau dengan bahasa syar’inya adalah halal-haramnya.

Sebelum lebih lanjut, kita lihat definisi foto. Adalah menjadi kesepakatan kita bersama bahwa foto adalah bukan ciptaan tangan manusia melainkan gambar yang ditangkap oleh kamera dan sejenisnya secara otomatis dan menghasilkan gambar sesuai dengan aslinya (mohon dikoreksi kalau salah pengertian). Andaikan ini adalah ciptaan tangan manusia atau manusia yang secara creatif mempergunakan alat dan bahan misalnya kuat dan cat lalu menghasilkan gambar makhluk utuh yang bernyawa di atas kanvas maka ini sudah jelas keharamannya. Sebagaimana hadits nabi sallalloohu alaihi wa sallam, “jangan biarkan suatu gambar, kecuali engkau merusaknya” (HR. Muslim). Ini adalah salah satu hadits diantara sekian banyak hadits yang mengharamkan gambar (lukisan) makhluk hidup. Adapun jika gambar itu dibuat secara terpisah (tidak utuh) maka itu boleh, asal jangan serem-serem. Perlu diketahui bahwa, yang paling berat siksaannya di neraka kelak adalah para pembuat gambar (bac jg: patung).

Foto dilihat dari sisi baik buruknya
Adan pun foto (diatas kertas atau dalam bentuk file) maka sebelum memberikan penilaian, kita lihat dulu siapa yang berada dibalik foto tersebut. Kalau foto tersebut adalah foto seseorang yang tidak menutup aurat, maka tidak diragukan lagi keharamannya apakah itu dalam bentuk full atau semi full body. Pelakunya berdosa dan haram bagi yang melihatnya kecuali yang berhak alias muhrimnya.
Firman Allah subhaanahu wa ta'ala, “…..dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka atau ……..” (TQS, Surat An-Nur: 24/31). Sebenarnya ayat ini dikhususkan kepada para perempuan beriman.

Sekarang saya akan lebih khusus kepada foto yang ditampilkan di profil. Pada hakikatnya foto itu mubah, tergantung apa niat kita menampilkannya dan bagaimana dampaknya. Nah, kalau bicara niat, tentu kita serahkan kepada yang maha mengetahui segala niat seseorang. Setidaknya kita hanya tahu niat itu dari bagaimana seseorang  tampil dalam foto tersebut. Dan insya allah, seseorang akan memperoleh sesuatu sesuai apa yang ia niatkan.

Maksud dan tujuannya
-       Kebanyakan ikhwan (pria) dan akhwat (selanjutnya bc: wanita) yang menampilkan foto profilnya karena hanya sekedar ingin diketahui bahwa ini orangnya yang empunya facebook, atau inilah yang sering memberikan komentar, atau inilah aku yang pernah duduk di bangku SD, SMP dan sekarang sudah nikah dsb dan inilah wajahku yang sekarang. Kalau memang demikian alasannya, maka itu adalah hal yang wajar bagi pelakunya, never mind. Namun niat semacam ini harus didukung oleh gayanya dalam berfoto.
-       Yang lucu, diantara mereka ada yang menampilkan fotonya karena ingin mencari jodoh sehingga mengharuskan ia berpenampilan menarik, berwajah tanpan atau cantik. Alasan seperti ini biasanya tidak jarang pelakunya melakukan rekayasa foto sehingga paling tidak yang melihat mengatakan “wah”. Dari sini, banyak yang tertipu bagi yang melihatnya. Bagaimana tidak, apa yang ada di dunia nyata jauh sekali bedanya apa yang di dunia maya sehingga yang melihatnya merasa dirugikan. Baiklah, jika seseorang berniat mencari jodoh dengan serius dengan cara memanipulasi foto dengan maksud ingin mengelabui lawan jenisnya misalnya dari jelek menjadi cantik atau menyembunyikan cacat yang ada pada dirinya lalu yang melihatnya merasa dirugikan maka cukuplah hadits berikut ini yang memberikan penilaian terhadap pelakunya “Barang siapa yang menipu kami, bukan golonganku” (HR. Muslim)     
Saya sarankan, lebih baik anda menampilkan foto yang asli ciptaan Tuhan tanpa rekayasa namun dalam batas-batas yang dibolehkan agar anda tidak merasa was-was dan pihak lain merasa puas apa adanya atau menampilkan gambar kartoon dengan tidak lupa menyertakan foto asli di beranda foto seperti kebanyakan akhwat yang mengganti foto dengan karikatur.                   
-       Kebanyakan diantara mereka menampilkan foto karena berniat mencari teman kencan atau pasangan tidak halal. Foto seperti ini tidak jarang pelakunya menampilkan auratnya. Dari segala sisi, foto semacam ini tidak diragukan lagi keharamannya bagi pelakunya.
-       Pelaku hanya sekedar ingin dibilang cantik atau gagah sesuai aslinya tanpa ada maksud lainnya. Kita lihat dari sosoknya. Kalau ia seorang akhwat dan ia merasa cantik dan merasa kecantikannya bisa menimbulkan fitnah, maka lebih baik ia menyembunyikan kecantikan itu di balik hijabnya. Ini ikan dibahas selanjutnya.

Pengaruh foto bagi yang melihatnya
Dulu, saya pernah berniat ingin menghapus semua foto teman-teman akhwat yang tidak menutup aurat. Setelah melaksanakan misi ini, ternyata ada suatu perkara yang tidak bisa dihindari yaitu kadang akhwat itu hari ini beriman besoknya kafir. Seperti ini deskripsinya, hari ini pakai jilbab, besoknya lepas lagi. Melihat kenyataan ini, saya mengurungkan niat untuk meremove foto-foto mereka dan dibiarkan begitu saja. Dalam keadaan seperti ini, hanya sedikit pria yang bisa menundukkan pandangan. Dan saya hanya bisa menggunakan kaidah Al-Qur’an yaitu bertaqwa sesuai dengan kesanggupan. Namun setelah dipikir-pikir, semua ada hikmahnya. Mereka menjadi obyek dakwah bagi saya untuk membuat mereka sadar.

Selanjutnya, mari kita ketahui pengaruh dari foto bagi yang melihatnya. Tentu dalam hal ini, pengaruh foto ikhwan yang dilihat oleh akhwat dan sebaliknya dari segi daya tarik. Perlu diketahui bahwa, seorang wanita lebih banyak memiliki daya tarik dibanding pria. Hal ini bisa dibuktikan di lapangan. Saya pernah menanyakan hal ini kepada salah seorang akhwat. Saya bertanya kepada dia via SMS seperti ini, apa yang kamu bayangkan saat melihat seorang pria yang tanpan semacam artis? Nih sms balasannya dalam logat makasar “lo z, lo lht phto artiz gagah, tdk da ji y qbyankn. Suka ja lht wjhx cz gagah. Tp lo udh g dlht, tlpaknmi. lo da org ngomonk ttg dy, ru lg tringt. Tp lo y z lht dtmn2q, kbtln tmn2q fanzx juztin n demazziv, lo mrk udh lht justin pazt triak2, keasyikan, da y mimpikanki, mw knln n bhrp jd pcrx juztin” Bahasa bakunya seperti ini “kalau saya, kalau lihat foto artiz (pria) gagah, tidak ada yang kubayangkan, saya hanya suka lihat wajahnya, karena gagah, tapi kalau gak dilihat lagi, orangnya gak diingat jg. Kalau ada orang ngomong tentang dia, barulah teringat lagi. Namun, jika saya melihat hal itu pada teman-teman saya, kebetulan teman-teman suka sekali sama juztin dan demazziv. Kalau mereka lihat juztin, pasti teriak-teriak, keasyikan, ada yang menginginkannya, mau kenalan, dan berharap agar bisa jadi pacarnya si juztin. Demikian ungkapannya, barangkan kali jawaban ini bisa saja mewakili jawaban akhwat lainnya. Jadi hanya sekedar terpesona dengan ketampanannya. Terus bagaimana dengan foto seorang akhwat yang disaksikan oleh pria? Tentu dalam hal ini tidak sama. Wanita punya daya tarik tinggi terhadap lawan jenisnya. Bayangkan saja menurut agama, aurat wanita itu meliputi seluruh watakkale (bc: tubuh)nya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Artinya, selain wajah dan telapak tangan harus (wajib) ditutup. Jadi apa yang dimiliki oleh seorang wanita, mulai rambut, telinga, leher dan sudah tentu apa yang ada diantara bawah leher dan diatas lutut, betis sampai kaki dapat menimbulkan gairah syahwat. Makanya jangan salah, jika di dalam al-Qur’an dikatakan bahwa perempuan itu indah.
Firman Allah subhaanahu wa ta'ala, “dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, ……….” (TQS. Ali-Imran:3/14)                        

Namun disini, kita akan membicarakan tentang apa yang dibayangkan oleh pria ketika melihat wajah seorang akhwat yang menjelma dalam foto profilnya. Saya beritahu bahwa pria normal pada umumnya memiliki pandangan yang sangat sensitif terhadap lawan jenisnya. Telah dikatakan, jika wanita melihat foto pria yang gagah, maka ia hanya terkesan dengan ketampanannya, tidak lebih dari itu. Namun, berbeda dengan pria, pandangannya bukan hanya meninggalkan kesan keindahan pada wajah akhwat, akan tetapi ia akan membayangkan lebih dari sekedar kecantikan. Kalau belum paham, saya akan pahamkan anda bahwa pria punya “mukjizat” dalam memandang wajah wanita. Dari wajah wanita kemudian terekam oleh kelopak mata pria lalu disalurkan kedalam hati yang mengalir bersama aliran darah. Disinilah biasanya jantung pria berdesir yang dibarengi dengan panasnya darah dalam tubuhnya. Tidak hanya sampai disitu, dari aliran darah kemudian sampai ke otak atau pikiran (bc: akal) lalu disini terjadilah penjabaran oleh akal terhadap apa yang telah ditangkap oleh mata. Artinya, karena wajah, seorang pria bisa membayangkan anggota tubuh lainnya dari seorang akhwat. Bisa dikatakan, pria punya pandangan menerawang, dari foto yang sifatnya 2 dimensi bisa dijadikan 3 dimensi, yang rata menjadi tidak rata, yang terselubung menjadi nampak. Benar-benar fantastis pandangan pria. Sehingga dikatakan dalam Al-Qur’an “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Hati-hati, kelebihan wajah seorang akhwat bisa mewakili seluruh anggota tubuhnya. Pernyataan ini hanya ada pada pandangan pria normal. Tidak  melihat apakah ia preman, alim, ustadz sekalipun. Jika mereka terus memandangi foto wanita yang ada di profil, maka jarang diantara mereka terbebas dari pernyataan tersebut. Oleh karena itu, orang yang berakal, yang bertaqwa kepada Allah senantiasa menghindarkan diri dari pandangan yang tidak perlu yang bisa mengundang syahwat. Pandangan yang menimbulkan syahwat biasanya terjadi jika mereka berlama-lama dalam memandang tanpa tujuan yang darurat. Wallaahu a’lam.

Oleh karena itu pula, saya ingin menyarankan kepada ukhtii, kalau engkau merasa cantik (atau tidak) syukurilah keindahan wajah itu dengan memeliharanya dari pandangan pria lain. Biarlah keindahan itu dimiliki oleh orang yang berhak memiliki dan menikamatinya. Kalaupun orang lain melihat wajah ukhtii, itu tidak akan mendatangkan kemaslahatan pada anda melainkan hanya mendatangkan fitnah bagi lawan jenismu.

Wahai istri-istri orang-orang yang beriman, milikilah prinsip syar’i ini “wajah ku untuk suami ku”. Sudikah kecantikan ukhtii dinikmati oleh pria lain yang mana kecantikan ukhti sejatinya untuk suami anda dan lebih berhak dinikmati oleh suami anda. Tidak mungkin bagi anda, berdandan untuk sang suami sebagaimana pula di depan orang asing. Jika anda sedikit ingin berkaca kepada generasi sahabiyah, ummahatul mukminin, istri-istri nabi maka engkau akan mendapatkan mereka menutup wajah mereka rapat-rapat dengan kain. Karena memang, selain kewajiban, ternyata Rasulullah sallalloohu alaihi wa sallam punya rasa cemburu jika istrinya dipandangi oleh para sahabatnya.

Saya khawatirkan, dengan wajah yang anda perlihatkan di depan mata pria, dimanakah rasa menjaga “kemaluan” demi suami. Apakah engkau rela memberikan bagian yang seharusnya suamilah yang berhak mendapatkannya. Kalau memang suami andalah yang mengizinkan, lalu dimana letak kecemburuan. Saya khawatirkan suami seperti ini tidak memiliki rasa cemburu berlebihan terhadap istrinya. Dan inilah yang disebut sifat dayyuts. Padahal cemburu itu sangat dibutuhkan seorang suami.

Wahai wanita pada umumnya, apakah engkau lupa, dari golongan kalianlah yang banyak menempati neraka? Disebabkan karena mulutmu, penutup auratmu yang bermasalah, dan kelalaian terhadap suamimu. Sungguh kehinaan yang akan menimpa mu jika engkau melalaikan masalah ini. Bertakwalah kepada Allah, jika pahala dan syurga yang engkau harapkan. Wahai wanita, apakah engkau lupa dengan sabda nabi “bila wanita itu puasa bulan ramadhan, shalat lima waktu, mentaati suaminya dan menjaga kemaluannya maka silahkan masuk dari pintu syurga manapun ia suka”  

Saya akan mengisahkan sebuah kisah kepada anda. Kisah berikut mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Utbah adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik budi dan perilakunya, lalu ada seorang pemuda yang mencintainya dan hatinya begitu terikat kepadanya. Maka dia meminta untuk bisa melihatnya walaupun hanya sekali, namun gadis itu menolak dan mengabaikannya sehingga cintanya semakin menjadi-jadi sampai ia jatuh sakit, dan sakitnya pun bertambah parah hingga akhirnya meninggal. Ketika pemuda tersebut telah meninggal, orang-orang berkata kepada gadis tersebut, “Sungguh tidak akan membahayakanmu kalau engkau membiarkannya melihat wajahmu”. Gadis itu menjawab, “Sungguh yang menghalangiku dari itu adalah ketakutanku kepada Dzat Yang Kuat dan Maha Perkasa, serta rasa takutku akan kehinaan dan gunjingan tetangga. Sungguh rasa cintaku jauh lebih besar dari apa yang ada dihatinya, hanya saja aku mampu menutup dan menyembunyikan perasaan tersebut, dan ini lebih mengekalkan rasa sayang, lebih indah hasilnya, lebih menunjukkan ketaatan kepada Allah, dan lebih ringan dosanya.”     

Akhirnya, saya akhiri goresan pena ini dengan nasehat kepada ikhwan dan akhawat sekalian. Menyesal lah di dunia, karena penyesalan di hari kemudian tidak mendatangkan manfaat “(demikianlah keadaan orang-orang kafir) hingga apabila kematian datang kepada salah seorang dari mereka, ia berkata, ‘ya Allah, kembalikanlah kami (ke dunia), agar kami melakukan kebajikan yang telah kami tinggalkan’. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu hanya dalih yang diucapkannya saja dan di hadapan mereka anda dinding sampai pada hari mereka dibangkitkan”.

Jika ada setetes kebaikan (ilmu) dalam hatimu maka hiasilah kebaikan itu dengan amal ibadah sebelum setan menghiasinya.

Dunia pasti akan kita tinggalkan menuju akhirat yang hakiki, abadi selama-lamanya. Oleh manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada sebelum datang kesempitan.

Akhirul kalam, semoga bermanfaat. Jika dalam catatan ini terdapat kesalahan-kesalahan apakah itu kesalahan bahasa atau penyampaian maka itu dari saya sendiri sebagai hamba yang tidak luput dari kesalahan, dan tentu kritik  dan saran sangat diharapkan. Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

0 Response to "Ada Apa dengan Foto Profil Ku"

Post a Comment