Daripada Pacaran, Mending Nikah

 Muslimah itu tidak pacaran



Oleh : Mas'ud 

Bismillaahirrahmaanirrohiim

Mengawali penulisan ini ada yang ingin penulis sampaikan bahwa sebenarnya judul yang ditampilkan memiliki makna yang tersirat. terdapat makna yang lain yaitu "pacaran is haram and nikah is halal. nah supaya gak terlalu memvonis atau radikal, penulis pilih judul yang diatas. saya gak bermaksud mengkonpori orang yang pacaran ya, tapi gak juga mensupportnya melainkan penulis ingin memberikan sedikit pengetahuan tentang bagaimana itu pacaran dalam islam dipandang dari kacamata syariat. kita kan orang islam. jangan sampe kita menganggap suatu perkara baik tapi di Mata Allah haram atau sesuatu yang kita cintai tapi di sisi Allah merupakan sesuatu yang dibenci. teman-teman, bukannya ana "sopir" aliaz sok pinter, but ana cuma ingin berbagi ilmu sesuai yang ana dapatkan. well, tanpa baza-bazi, next lanjutin bacaan ente-ente berikut.

Pertama-tama penulis ingin mendeskripsikan sedikit tentang apa itu masa remaja.
Masa remaja yakni masa sekolahan atau, masa kuliahan adalah masa peralihan dimana para pemuda-pemudi mulai meninggalkan berbagai macam karakter, tingkah laku, dan pola pikir dari kekanak-kanakan menuju kepada kedewasaan.

Masa remaja juga disebut masa kepekaan. mereka (remaja) yang berada pada masa ini sudah mulai sensitif terhadap sesuatu yang didengar, dilihat, dirasa. mereka lebih reaktif dalam memberikan tanggapan terhadap lingkungan sekitarnya.

Masa remaja juga disebut masa yang indah. sebagai mana penulis juga rasakan. bagaimana tidak, di masa ini lah mulai tumbuh perasaan suka terhadap lawan jenisnya. perasaan itu tumbuh dari dalam lubuk hati yang paling dalam yang mana bersumber dari pandangan pertama. asbabnya adalah mungkin karena wajah yang ayu atau cakep, karakter yang menarik, sifat yang baik, and bla.bla.bla.

Kembali ke judul. teman-teman, kenapa dalam islam tidak mengenal yang namanya pacaran alias tidak dibenarkan??. sesuatu yang dilarang dalam islam berarti lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. nah sekarang, mari kita analisa apa sih mudorot yang ada pada pacaran? 

Kita pake bahasa yang mudah dipahami aja ya?, pacaran secara umum sebagai mana kita pahami bersama yaitu bersatunya dua hati insan yang diikat dengan perasaan cinta dimana perasaan cinta itu biasanya dibuktikan dengan .......teman-teman pasti udah tau..........kalau orang lagi menjalani yang namanya pacaran biasanya telponan, sms-an, chatting, dan mereka lebih berani lagi untuk merealisasikan cinta itu dengan jalan berdua-duaan sambil pegang-pegangan, yang punya motor lebih seru lagi 'boncengan'. lebih dari itu tidak menutup kemungkinan mereka melakukan sesuatu yang sewajarnya dilakukan oleh pasangan suami istri dalam masa pascanikah. wallahu a'lam 

Naah, sekarang bagaimana islam melihat fenomena remaja seperti itu?? yuk lihat pemaparannya,

Teman-teman, perlu kita tahu atau mungkin kalian pada udah bahwa agama islam yang kita anut sekarang ini agama yang diturunkan oleh Allah atas rahmat-Nya kepada Nabi-Nya untuk apa? untuk mengatur tatanan kehidupan umat manusia secara umum demi terwujudnya kehidupan yang baik dalam arti luas. So,, secara mutlak kita (umat islam) wajib berpedoman atau berpegang teguh pada aturan (syari'at) islam. artinya apa, islam ini berasal dari Allah yaitu Tuhan yang menciptakan manusia, jadi siapakah yang lebih tau keadaan seorang hamba melainkan Allah 'Azza wa Jalla. Allah lah yang paling tau tentang keadaan kita. nah, siapa yang melenceng dari aturan itu tunggulah kerusakan yang akan menimpa kalian. islam adalah agama yang mangatur seluruh tatanan kehidupan manusia dari seluruh aspeknya, bukan hanya ibadah semata, namun lebih dari itu, islam telah mengatur masalah sosial, ekonomi, dan lebih spesifiknya lagi masalah life tyle (gaya hidup) dan pergaulan (bc jg: hubungan lawan jenis) kalian dan masih banyak lagi yang belum penulis kemukakan.

Kembali ke topik bahasan that's 'pacaran'. tadi penulis sudah jelaskan bahwa menurut kacamata islam pacaran itu lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya. mungkin teman-teman (para pembaca) sedikit mengerutkan kening, apalagi kita sebagai obyeknya alias aktornya ..............uhh jangan marah ya??. pernyataan barusan tidaklah penulis serta merta memaparkan berdasarkan hawa nafsu tapi ini berdasarkan ilmu (islam) yang tidak lepas dari dalil-dalilnya berikut. "kenapa milih nikah dari pada pacaran?" untuk menjawab rasa penaran ente, or supaya gak dilema alias bingung alias ragu atau apalah...yuk, telusuri satu persatu dalinya yang tentunya bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits yang sahih insyallah!!


1. Allah 'Azza wa Jalla. berfirman:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (Al-Isra [17] : 32)

Wah, dari firman Allah diatas sepertinya udah ada gambaran dikit tuh tentang haramnya pacaran. Tahu gak, menurut ayat ini pacaran itu identik dengan zina walau secara langsung tidak disebutkan. tapi semoga maknanya mengarah kesitu. zina itu bukanlah semata-mata hubungan setubuh dengan lawan jenis yang bukan mahromnya. tapi lebih luasnya juga termasuk seluruh anggota tubuh yang ikut mensupport atau yang menyebabkan munculnya zina yang sesungguhnya (zina kemaluan). Nah, zina sesuangguhnya itu biasanya diawali dengan pandangan mata terhadap lawan jenis. Dengan daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh lawan jenis apakah itu cantik, cakep, seksi, pinter, cerdas, baik tutur katanya dll, maka dalam waktu sekejap timbullah rasa ingin memilikinya . Disinilah Sang Iblis mulai memerankan permainannya lewat sifat dan karakter tesebut. Dan disinilah awal datangnya penyakit cinta. 'dari mata turun kehati' kata pepatah.uhhhhhh, asyiiik. dari mata kemudian hati yang membenarkan perasaan cinta itu. perasaan itu hadir disetiap relung malam. kata hati "uh... andaikan dia ada sampingku, sungguh aku adalah orang yang paling berbahagia dalam menikmati malam ini".seeerrrrrrr. Dari sini, muncullah yang namanya zina hati. dan ternyata gak sampai di hati aja. dalam waktu bersamaan, timbullah rasa ingin untuk menghubunginya lewat for example, telponan, smsan, chatting, inilah zina mulut. keesokan harinya, anggota tubuh yang lain mulai juga teransang untuk melakoni aksinya. 

Dimulailah aksi pegang-pegangan. inilah zina tangan. tidak menutup kemungkinan juga diikuti kiss action. Aksi selanjutnya walking together, ke mall, hiburan malam, pantai, pokoknya ketempat romantis lah... inilah zina kaki. wah kalau dah gini, rencana iblis hampir sempurna 100%. selanjutnya karena perasaan cinta terus bergejolak dan nafsu tidak puas mpe disitu. nah pada puncak klimaksnya, kemaluan lah yang membenarkan zina-zina sebelumnya. walau mungkin pelakunya tidak melakukan zina yang sesungguhnya tapi setidaknya larangan Allah telah realisasikan dan itu artinya dia telah berdosa. dari zina-zina diatas, itu bukanlah hasil cuap-cuapan penulis semata melainkan ada sabda Nabi yang mendukungnya;

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

2. Dari ibnu abbas, Rasulullah bersabda, "janganlah sekali-kali seorang pria berdua dengan seorang wanita dan janganlah serorang wanita berpergian jauh, kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari)

okelah, mungkin ente gak pernah jalan berdua dengan pacar karena takut atau malu diketahui sama tentangga atau keluarga sendiri atau mungkin karena ente merasa masih melekat dalam diri ente yang namanya predikat ALIM tapi di lain kesempatan, ente berdua2an saat telponan n smsan. biasa klw ditelp ma pacar, hmmmmm pasti cari tempat khusus yang jauh dari keramaian dan kesibukan supaya gak diganggu ma orang padahal ente tidak sadar diganggu ma setan or iblis laknatullah.

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (menyepi) dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah setan." (HR. Timidzi) 

ente mungkin tidak sadar atau gak tau, saat ente berdua-duaan (berkhalwat) di tempat yang sepi nun jauh dari manusia ternyata disitu ada pihak ketiga yaitu iblis dkk yang terus melancarkan serangannya dengan bisikan-bisikan nafsu yang membawa ente kepada kegelapan hati yang berujung pada perzinahan.

4. dari Ma'qil bin Yasar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "ditusuknya tombak besi di kepala salah seorang dari kalian itu masih lebih baik baginya dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya."

waduuuh, pernah gak sih kepala ente ditusuk dengan tombak besi. pastinya gak kan?, yang pernah paling ditusuk ma paku, sakitnya minta ampiuun. palagi kalw ditusuk ma tombak besi, sakitnya gimana ya? ente bayangin aja. naah, ternyata ditusuk ma tombak besi dineraka kelak itu lebih baik dari pada menyentuh pacar ente. 

well, setelah mengetahui ke-4 dalil diatas, semoga bisa menggugah hati dan langkah ente untuk menuju suatu perubahan yang baik dalam arti setidaknya ente berfikir 1000 kali untuk menjalani pacaran atau melanjutkan hubungan dengan lawan jenis ente yang tidak halal. hehehe, sekarang, enta lah yang akan nentuin arah langkah ente. siapkah ente 'cut' dengan pacar ente demi mencari ridho Allah 'Azza wa Jalla??

Oke,, kalau gitu, sekarang penulis ingin memberikan suatu komentar solusif terhadap permasalahan ini yaitu dari pada pacaran mending nikah deh. 

Allah 'Azza wa Jalla sangat tahu tentang keadaan hamba-Nya. kemahatahuan Allah terhadap hambanya digambarkan dalam islam. karena islam adalah agama yang fitroh artinya agama yang sesuai dengan keadaan ataupun keinginan manusia. misalnya, seoseorang yang tertarik dengan lawan jenisnya hendaklah ia tidak mewujudkan persaan itu dalam bentuk pacaran melainkan pernikahan. inilah islam yang tau betul tentang kondisi umatnya yang lajang. ia memberikan solusi terhadap penyakit hati yaitu cinta kepada lawan jenis yang bukan mahrom. pernikahan itu lebih indah dari pada pacaran. di dalamnya silahkan anda bercumbu dan bersetubuh dengan pasangan ente semau guwe tanpa rasa ragu, malu dan canggung disamping tetap mamatuhi aturan atau syarat dalam bersetubuh. karena wanita itu sudah menjadi halal bagi anda dimana sebelumnya adalah harom. 

Ada yang bilang nih, katanya sebelum menikah itu ada baiknya ta'arufan dulu (bc; kenalan satu sama lain supaya gak ada penyesalan pada pasca nikah) lewat pacaran. perlu diketahui bahwa, di dalam pacaran ente akan sulit menemukan yang namanya kejujuran. bagaimana tidak, pasangan anda pasti berusaha untuk menutpi segala kekurangannya dengan menampilakan segala kelebihannya demi mendapatkan cinta ente. sebagai aksinya, ia rela bersujud dan menangis dan bersumpah dihadapan ente. semua kesalahan yang ente lakukan adalah tidak masalah bagi dia demi cinta. ia tidak mau marah sedikit pun kepada ente begitu juga mungkin sebaliknya. semuanya ditaburi dengan bumbu-bumbu kedustaan. kekurangan ditutupi dan kelebihan diungkapkan sejelas-jelasnya. selain berdosa, kenyataan membuktikan bahwa kebanyakan orang yang pernah menjalani pacaran pranikah sering terjadi perceraian di pascanikah mereka. itu karena terungkapnya tabir sifat, karakter dan watak yang sebenarnya dari pasangan masing-masing dimana sebelummnya ditutup-tutupi. kalau tidak cerai paling tidak menikah telah menjadi penyesalan.

Lihatlah betapa indahnya islam memberikan solusi terhadap permasalahan sex;
Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "dan kawinkanlah orang-orang yang sendrian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha Mengetahui," (An-nur; 32)
disamping itu

Sabda Nabi, "Wahai ara pemuda! Siapa diantara kalian yang mampu menikah (jimak dan biayanya) maka nikahlah, karena ia lebih dapat membuatmu menahan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa tidak mampu menikah maka berpuasalah, karena hal itu baginya adalah pelemah syahwat" (HR. Bukhari: 4946, Muslim: 3352, 3354 )

Pada akhirnya, semoga catatan singkat ini bermanfaat bagi anda pembaca sekalian dan Allah senantiasa membukakan pintu hidayah bagi kita dan pemahaman kita terhadap islam, aamiiin. 
penulis sangat mengharapkan kritik, saran atau komentar yang konstruktif dari pembaca
kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan datangnya dari saya sendiri sebagai hamba Allah yang daif dan miskin terhadap ilmu. 

Ya Allah, hamba mohon ampun atas dosa dan kesalahan hamba, tunjukilah hambamu ini jalan lurus. mudahkanlah hambamu ini dalam pemahaman islam, kuatkan langkah hambamu hambamu ini dalam mengamalkannya dan mudahkanlah lisan hambamu ini dalam menyampaikannya.
___________________________

Baca juga:


0 Response to "Daripada Pacaran, Mending Nikah"

Post a Comment