Jadilah Wanita Sholehah yang Menjadi Idaman Setiap Lelaki


 Wanita Shalihah Idaman



Oleh: Mas'ud

Bismillahirrahmanirrahim

sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah” (HR.Bukhari)

Siapa sih lelaki yang tidak tertarik dan berkeinginan terhadap wanita sholehah untuk dijadikan pasangan hidup setelah pernikahan. Ia adalah idaman setiap lelaki meskipun lelakinya adalah preman atau orang zalim sekalipun. Bagaimana tidak, karena ia adalah wanita yang akan membimbing suami dan anak-anaknya dan membahagiakan kehidupan keluarganya di dunia dan akhirat kelak. Wanita yang akan mentaati suaminya selama ia berada pada jalan kebenaran (agama). Wanita yang akan menjaga harta benda suaminya selama suaminya melakukan safar (perjalanan). Wanita yang akan tersenyum dalam menyambut kedatangan suaminya dari tempat kerja. Wanita yang akan mendidik anak-anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah Ta'ala. dan berbakti kepada kedua orang tuanya serta menjadi pemimpin bagi masyarakat, bangsa dan negaranya. Wanita yang sabar dan selalu memberikan solusi yang cemerlang terhadap masalah yang dihadapi.

Sebenarnya catatan ini ana (penulis) spesialkan untuk teman-teman kalangan wanita (akhwat) dan tidak menutup kemungkinan juga sangat bermanfaat bagi kalangan pria (ikhwan) dalam mencari pasangan hidup. Dan catatan ini tidak hanya diperuntuhkan buat akhwat yang akan mengarungi bahtera rumah tangga melainkan untuk wanita secara universal utamanya yang sudah mencapai usia baligh terlebih yang dewasa , ibu-ibu sekalipun. Hmmmm, karena kesholehan seseorang tidaklah dibatasi oleh usianya melainkan ia berlaku sampai menutup mata. Bukankah kesholehan itu identik dengan ketaqwaan sementara predikat takwa harus ada pada diri setiap hamba sampai ia menghadapi sakaratul maut karena itu, ketaqwaanlah yang akan membuat antum (kalian) bisa menggapai rahmat-Nya dan memasuki surgaNya di akhirat kelak, amiin.

Siapa sih yang tidak mau menjadi wanita sholehah dimana Allah Ta'ala menjanjikan surga untuknya. Tapi ternyata menjadi wanita yang sholehah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan ilmu dalam mengubah segala aspek yang berkaitan dengan gaya hidup apakah itu pergaulan, pakaian, lingkungan, tutur kata dan terlebih masalah ibadah.

Selanjutnya, yup kita lacak dan cari tahu tentang apa sih yang menjadi indikator wanita sholehah? Berikut akan ana kemukakan sekapur sirih tentang ciri-ciri wanita sholehah ditinjau dari aspek diatas. Ini menurut versi penulis gitu loh. Penulis tidaklah mencantumkan ciri-ciri tersebut berdasarkan feeling belaka melainkan dengan ilmu yang landasannya bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits sesuai dengan kapasitas ilmu yang penulis miliki. Ok, selamat melanjutkan bacaan anda, semangat y hehehe 

Ciri-ciri wanita sholehah ditinjau dari aspek;

1. Pergaulan 

Seorang wanita sholehah pastinya selalu menjaga pergaulannya apakah itu dengan lingkungannya terlebih sesama manusia terutama dengan lawan jenisnya. Ente tidak melihat seorang wanita sholehah bercampur baur dengan lawan jenisnya atau berkhalwat (berdua-duan) kecuali dengan mahromnya atau syarat menurut syar’i. Begitu juga, ia tidak pernah bepergian jauh kecuali dengan mahromnya. 

Rasulullah Saw. “jangan sekali-kali seorang pria berkhalwat (menyepi) dengan seorang mahramnya,” (HR. Bukhari). 

Teman-teman ternyata seorang wanita sholehah sangat ketat dan perhatian dengan masalah pergaulan. Berbanding terbalik dengan wanita yang sering kita saksikan di kampus dan sekolah misalnya adalah menjadi pemandangan setiap hari mereka bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahromnya dimana sebagian mereka sudah menganggap biasa duduk ngobrol bareng belum lagi yang mereka bicarakan adalah bukan hal yang bermanfaat atau sia-sia melainkan aib orang lain yang diungkit-ungkit atau mereka saling membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak padahal kata Nabi, tertawa terbahak-bahak itu bisa mematikan hati, jika hati telah mati berarti iman sudah tiada, jika iman telah tiada maka halal, haram dan syubhat sudah tidak bisa dibedakan lagi. Bahkan, mereka sudah tidak punya rasa malu jalan bersama dengan pasangan mereka masing-masing yang tidak halal baginya di depan teman-tamannya.Bahkan mereka bangga dengan itu. 

Well, kembali ke wanita sholehah. Demi Allah Ta'ala, wanita sholehah terhindar dari fenomena-fenomena yang penulis sebutkan diatas. Wanita sholehah dalam pergaulannya senantiasa menjaga pandangannya artinya ia lebih banyak menundukkan pandangannya ketika berjalan dari pada mengumbarnya karena dikhawatirkan melihat hal-hal yang haram untuk dilihat. Kecuali hal-hal yang darurat atau dibutuhkan secara syar’i.

Allah Ta'ala. berfirman, “dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nur: 31) 


2. Pakaian 

Pakaian fungsi utamanya menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits adalah menutup aurat bukan membungkus. Jangan salah, apa yang kita saksikan dalam pandangan kita sehari-hari apakah itu di sekolah, kampus, pasar, mall dan di jalan tidak jarang kita menemukan muslimah yang membungkus auratnya yang mana mereka mengira telah menutupinya. Lalu apa sih bedanya menutup dengan membungkus aurat?

Kedua kata diatas emang sepintas di benak kita secara makna hampir sama namun sangat berbeda dalam implementasinya atau pelaksanaannya.

Sebelum penulis lebih lanjut menguraikan pengertian 2 kata kerja di atas terlebih dahulu kita tahu dulu apa itu aurat. Well, kita pake bahasa yang mudah dipahami aja ya, aurat adalah bagian dari anggota tubuh kita yang tidak sepantasnya diperlihatkan kepada orang lain yang bukan mahrom karenanya membuat kita merasa malu (cat: mohon komentarnya bila definisinya keliru). Sakir (saya kira) orang berilmu (kajian) tahu benar tentang aurat ini. Truz, sekarang apa batasan-batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan?

Untuk laki-laki yang sudah baligh atau dewasa adalah dari lutut sampai pusar, ini menurut hadist loh yang pernah ana dengar atau baca. Nah kalo perempuan, seluruh anggota tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak (atau pergelangan) tangannya, ini juga menurut hadits Nabi.

Lanjut, klo kita udah tahu batasan-batasan aurat kita masing-masing selanjutnya adalah bagaimana kita berusaha untuk menutupinya dengan sempurna bukan membungkusnya. Pada prakteknya, menutup dengan membungkus sangatlah berbeda. Cobalah ente perhatikan makanan diatas meja yang ditutup dengan penutupnya, tentulah orang lain tidak mengetahui makanan apa yang ada dalam penutup itu sehingga tidak ada nafsu dalam diri mereka bahwa makanan itu sangat enak untuk dinikmati. Berbeda dengan makanan yang dibungkus. Apapun yang ada dalam pembungkus itu paling tidak bisa ditebak dari luar bahwa pembungkus itu isinya ini itu….

Dengan kata lain, menutup aurat adalah menutupi anggota badan menurut batasannya dalam islam dengan kain yang tidak transparan, tipis dan tidak ketat. Silahkan pilih mode, model dan motif yang ente inginkan asalkan sesuai dengan syarat untuk menutupi. Sementara itu membungkus aurat, ente akan dapatkan kebanyakan muslimah (wanita yang mengaku islam) dimana mereka mengira telah menutup aurat padahal tidak. Bagaimana tidak, pakaian yang mereka pakai sehari-hari adalah menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya. Apa yang ada di dalam pakaian mereka begitu yang tampak membekas dari luar akibatnya muncullah keinginan (nafsu) dari orang (pria) yang tidak bertanggung jawab sehingga zina mata tak dapat lagi dielakkan kecuali orang yang dirahmati Allah Ta'ala Ironisnya, sebagian dari mereka adalah muslimah yang berjilbab. Mereka menutupi kepalanya dengan jilbab hanya sebatas bahu atau selebihnya dililitkan di leher (jilbab bunuh diri) dan mereka tidak memperhatikan bagian tubuh dari dada mpe kakinya. Saya kurang tahu, apakah tidak ada yang memberitahukan mereka tentang menutup aurat atau mereka malas (cuek) untuk belajar atau bermasa bodoh dengan tidak mau mendengarkan mutiara kata dari orang yang menasehati, atau mereka masih cinta terhadap free lifestyle (gaya hidup bebas) dari orang kafir? Semoga catatan ini bisa menjadi asbab setetes hidayah bagi mereka. 

Adalah wajib bagi setiap muslimah menutup auratnya karena ini adalah perintah Allah Ta'ala dan rasulnya (bc: surah An-Nur ayat 31). Siapa yang tidak mengindahkannya berarti ia telah menjadi pembangkang. Siapa yang melenceng aturan-Nya berarti ia menunggu kehancuran yang akan menimpanya.

Insya Allah. wanita sholehah terhindar dari perkara-perkara maksiat di atas. Ente akan mendapati wanita muslimah senantiasa menutup auratnya dengan benar. Mereka tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya melainkan membalutnya dengan kain yang longgar yang tidak transparan dan tipis. Gambarannya adalah seperti muslimah yang berpakaian karena mau shalat. Begitu juga semestinya, pakaian yang dipakai ketika di luar shalat, luar rumah, pasar dan tempat umum lainnya. Sebenarnya, dalam masalah pakaian wanita sholehah itu lebih praktis dan ekonomis dibanding pakaian kafir. Ente akan mendapatkan wanita sholehah berpakaian dengan warna kain kalau bukan coklat, biru gelap, hitam pasti abu-abu. Heheheh, ini menurut pengamatan penulis, simpelkan? Cara berpakaiannya pun gak risih. Nah, kalo mau ke pesta atau acara tentunya selalu tepat waktu. Gimana tidak, dalam memilih warna pakaian saja g terlalu repot. Kalau masalah aksesoris (perhiasan), bagi wanita sholehah ‘no way’ karena perhiasannya adalah hijab yang menutup auratnya. 

Ada yang lebih ironis, penulis sering dilemparkan pernyataan dari muslimah itu sendiri seperti ini ‘wanita yang berjilbab besar belum tentu sholehah’. Maka penulis menjawab seperti ini, ‘tidak sepantasnya engkau berkata seperti itu sebelum engkau membuktikannya sendiri. Kalaupun engkau telah membuktikannya, maka engkau tidak akan berkata seperti itu. Apakah engkau bisa menebak dengan benar pada diri seseorang?, ketahuilah bahwa engkau berkata seperti itu adalah karena alasan untuk tidak mau mengenakan hijab (jilbab besar). Memang, di satu sisi, mungkin engkau pernah mendapatkan wanita seperti itu misalnya berbohong, gosip, telpon-telponan dgn si itu atau berkhalwat atau bahkan hamil diluar nikah itu lebih disebabkan karena ketidakmampuannya dalam memerangi hawa nafsunya dan hal itu ia sadari bahwa dia telah berbuat dosa. Karena memang setiap saat, iblis tidak segan-segan melancarkan serangan godaan terhadap hamba Allah yang Bertakwa. Dan maklum saja, dia juga wanita biasa yang terkadang khilaf. Paling tidak, ia telah memenuhi salah satu syarat menjadi wanita sholehah karena ia telah mentaati perintah Allah Ta'ala dalam hal menutup aurat dengan benar. Dan fenomena boikot ini sangat jarang engkau temukan dibanding yang menimpa wanita yang tak berhijab, atau berjilbab tapi tidak syar’i. kalau dibandingkan, mungkin 1 : 1000 orang yang tak berhijab yang bermaksiat kepada Allah Ta'ala Adapun yang engkau jumpai wanita berjilbab besar kadang hamil di luar nikah. Ketahuilah bahwa, di Indonesia aliran atau golongan dalam islam sudah tidak bisa difiltrasi lagi. Boleh jadi wanita berjilbab besar yang engkau saksikan berasal dari golongan lain bukan ahlu sunnah wal jama’ah’. 

Ah… gak usah berlama-lama bahas soal itu, dari jawaban ana diatas semoga bisa menggugah hati si penanya. 
Lanjut, berikut dalil yang memerintahkan muslimah untuk menutup auratnya serta ancaman bagi yang mengabaikannya.

Allah Ta'ala berfirman, “…Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…,” (An-Nur: 31)

Dari ayat diatas diketahui bahwa menutup aurat adalah perintah Allah Ta'ala berarti perkara ini hukumnya wajib karena perintah. Siapa yang melaksanakannya mendapat pahala, yang mengabaikan dapat dosa. Dari pada ente dipakaikan pakaian yang terbuat dari api di neraka kelak mending ente sekarang pake pakaian yang menutup aurat dengan benar.

Allah Ta'ala berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)

Tabarruju artinya perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup anggota badan yang wajib untuk ditutupi. Ini adalah perilaku jahiliyah pada jaman Nabi. Dan dimasa sekarang kembali terulang dalam keadaan lebih parah lagi.

Allah Ta'a;a berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang yang beriman, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,’ yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan karenanya mereka tidak diganggu.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dari ayat ini, menutup aurat selain perintah yang wajib juga terdapat efek yang bermanfaat bagi orang lain. Yaitu yang pertama supaya lebih mudah dikenal sebagai wanita islam. Nah, apa yang membedakan wanita islam dengan wanita kafir dalam masalah pakaian. Ente pasti dah tau jawabannya. Simpelnya, wanita islam pake jilbab sedangkan wanita kafir tidak sama sekali. Efek yang kedua adalah supaya tidak diganggu oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Ketika ente (laki-laki) melihat wanita sholehah berjalan tentu tidak menimbulkan pandangan nafsu. Apanya yang mau dilihat padahal seluruh anggota tubuhnya tertutup dengan rapi dan sempurna. Jangankan betisnya, ujung kakinya pun tidak bisa dijangkau oleh pandanganmu.seluruh anggota tubuhnya, hanya halalkan untuk dilihat oleh suaminya. Berbeda dengan wanita yang tidak sholehah, yang mana ente pasti dah tahu model pakaiannya gimana gitu. So, jangan salah, bukan Cuma pelecehan seksual yang ada melainkan juga kerap terjadi pemerkosaan yang bertanggung jawab maupun tidak bertanggung jawab.

Hadist Nabi, Dari Aisyah RA, bahwasanya Asma Binti Abu Bakar masuk menemui Rasulullah SAW dengan pakaian yang tipis, lalu Rasulullah Saw berpaling darinya dan bersabda, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan dua telapak tangannya (HR. Abu Daud dan Baihaqi)

Perkara menutup aurat pada hakikatnya adalah wajib bagi orang tua untuk memerintahkan anak perempuannya yang sudah baligh. Kebanyakan orang tua tidak memperhatikan dengan serius pakaian anak perempuannya ketika berada di luar rumah. Bahkan para orang tua sering menghadiahkannya dengan gaun yang panjang namun tidak berlengan alias pakaian belum jadi atau baju Sekwilda (sekitar wilayah dada). Buat orang tua nih, bujuklah anak perempuan kalian untuk senantiasa menutup auratnya. Berilah nasihat-nasihat islam tentang wajibnya. Kalau dia membangkang, jangan segan-segan untuk memberikan hukuman. Karena anak perempuan yang sholehah akan menjadi investasi dan amal jariah di saat kau berkalang tanah. Begitu sebaliknya akan menjadi beban dan musibah besar di dunia lebih-lebih di akhirat.

Rasulullah Saw bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya; laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya, padahal sesungguhnya surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Riwayat Muslim)

Empat belas abad lebih lamanya Rasulullah Saw mengeluarkan hadits ini dan sekarang kebenaran sabdanya telah banyak terbukti. Wanita pada masa ini pada umumnya berpakaian namun telanjang. Telanjang berarti menampakkan seluruh tubuh alias bugil bahasa gaulnya. Inilah fenomena berpakaian sekarang yang marak terjadi pada kebanyakan wanita yang mengaku islam. Secara tidak langsung, mereka tidak mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Mereka lebih senang mencontohi wanita yang kafir dalam hal model pakaian dari pada mencontohi wanita yang patut dan harus dicontohi oleh wanita islam di seluruh dunia dari segala aspek kehidupan terlebih masalah pakaian yaitu istri Baginda Rasulullah Saw. 

Sebuah pemandangan yang tidak patut untuk dilihat apalagi ditiru, adalah sekelompok ibu-ibu bahkan gadis apabila hari ibu atau hari Kartini jatuh pada tanggalnya, maka antum akan melihat mereka berlomba-lomba dalam memilih model baju kebaya yang terbaik supaya tampil keibuan. Apabila hari “H” nya telah tiba, mereka lalu memakainya, yaitu baju yang berkain tipis juga memiliki celah-celah kecil yang bisa dijangkau pandangan. Di bagian depan tepatnya di bawah leher, kerahnya berbentuk U yang sangat lebar dimana disitu terdapat bagian dari tubuh yang seharusnya itulah yang harus dan pantas ditutup. Belum lagi model pakaian itu yang membungkus tubuh mereka sesuai dengan aslinya. Ironisnya, mereka adalah wanita yang mengaku islam. Yang demikian sungguh sangat berbeda dengan apa yang ente lihat pada diri wanita sholehah. Perbedaannya bak bumi dan langit.


3. Lingkungan 

Lingkungan sangatlah besar pengaruhnya terhadap watak, karakter dan perilaku seseorang. Penulis ambil contoh, desa dan kota. Keduanya tentu memiliki perbedaan besar ditinjau dari kondisi penduduknya dan lingkungannya sendiri. Di kota udara sangat panas dan gerah, lebih disebabkan karena banyaknya bangunan berkaca. Berbeda halnya di desa, udaranya sejuk karena banyak pepohonan dan sungai. Nah kalau suatu lingkungan ditempati oleh kebanyakan orang zalim tentu akan berdampak buruk terhadap minoritas orang baik kecuali orang yang istiqamah. Seorang wanita sholehah akan berusaha menghindari lingkungan seperti ini. ia lebih memilih lingkungan yang kondusif. Ia lebih memilih tempat-tempat yang banyak majelisnya dimana dihadiri oleh orang-orang yang berilmu dan mencari ilmu. Ia senantiasa menghindari majelis yang lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya. Pernahkah ente tahu bahwa di lingkungan rumah terdapat suatu lingkungan yang bentuknya mini namun pengaruhnya sangat besar. Itulah televisi. Sebenarnya penulis tidak menyalahkan televisi melainkan orang/aktor yang berperan di dalamnya. Pengaruh negatifnya bagi yang mexksikan sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Telah terbukti sangat mempengaruhi dan merusak akidah, ibadah dan lebih dari itu pergaulan dan pakaian.

Kenapa berdampak pada masalah aqidah dan ibadah? Gak apa-apa kan kita bahas sedikit masalah ini. Televisi sekarang lebih banyak menayangkan tayangan yang berbau mistik dan syirik. Sebut aja tayangan sulap yang mana bisa membuat orang yang menyaksikannya terkagum-kagum bahkan tidak sedikit yang mau jadi seperti aktornya. Belum lagi iklan ramalannya, sinema fiktifnya dkk. sinema elektronik religi dimana aktor maupun aktris yang berperan dalam sinetron itu sangat jauh dari nilai-nilai islam. Bid’ah dan kurafat telah menghiasi adegan-adegan tersebut. Dalam sinema religi, ana ambil satu contoh aja ya. Ketika misalnya ada orang yang meninggal dunia lalu mereka berkumpul di sekitar mayit untuk membacakannya yasin (yasinan) atau Al-Qur'an. Setelah itu, mengangkat jenazah yang ada dalam keranda seraya mengumandangkan tahli ‘laa ilaha illallaah’ dan setelah jenazat dikuburkan, keluarga terdekat pun menaburi kuburan dengan bunga atau memajang foto diatas kuburan mayit. Ketahuilah bahwa, sesungguhnya yang demikian itu tidak ada dalam islam lebih-lebih tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.

Rasulullah Saw bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): "Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat." (HR. Muslim)

Selanjutnya yang mendominasi program tv adalah sinetron. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, orang yang berperan di dalamnya sangat jarang kita temui menutup aurat nya. Ini tidak perlu dibahas lebih lanjut karena kita pasti dah taw bagaimana kondisi pakaian mereka dan ini sangat mudah mendatangkan pengaruh negatif terhadap yang memirsanya, terutama dari kalangan remaja wanita yang masih polos dan masih awam terhadap islam. Oleh karena itu, wajib kita menghindari tontonan seperti itu kecuali untuk meneliti kemudhoratannya. Dan wanita sholehah senantiasa menghindarkan diri dari lingkungan yang di dalamya ada bid’ah dan kurafat yang bisa merusak aqidah dan ibadah dan tayangan-tayangan yang mengumbar aurat.


4. Perkataan 

Allah Ta'ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang berdakwah kepada Allah dan beramal sholih dan dia mengatakan: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Islam).” (At-Taghabun:16)

Inilah wanita sholehah. Ia senantiasa mengeluarkan mutiara kata yang sarat dengan hikmah dari mulutnya. Tutur katanya lemah lembut dan sopan. Ia selalu berfikir dan berhati-hati ketika akan mengeluarkan sepatah kata apalagi ketika ia akan menyampaikan kebenaran di hadapan orang banyak. Ia berusaha menghindari yang namanya dusta atau bohong walau kadarnya kecil sebagai hasilnya adalah kejujuran yang senantiasa terucap dari lidahnya. Ia tidak suka berlebih-lebihan dalam bercanda atau membuat orang tertawa. Ketika berjanji mulutnya tidak pernah alpa untuk mengucapkan insya Allah sebagai tanda tawakkalnya kepada Allah Ta'ala fitnah dan gibah merupakan pantangan besar baginya. Ia tidak pernah hadir ketika orang membicarakan aib sesamanya kecuali menasehatinya dengan penuh hikmah. Ia lebih banyak memilih diam namun sekali berucap, orang terhenyak dan serius dalam mendengarkan seakan ada hidayah menerpa hati mereka kecuali mereka yang hatinya keras. Ia tidak suka mengada-mengada, senantiasa menyampaikan kebenaran dengan ilmu. 


5. Ibadah

Bicara soal ibadah, tentunya wanita sholehah lah yg menjadi pemecah recordnya. Jangan kan shalat wajib yang sunnah pun telah menjadi rutinitas keserahiannya. Ia senantiasa bersegera ketika waktu shalat tiba. Begitupun puasa telah menjadi kebiasaannya. Bacaan Al-Qur'an senantiasa menghiasi mulutnya. Zikir senantiasa membasahi lidahnya. Segala gerak-geriknya bernilai ibadah disisi Allah Ta'ala. Tidak ada yang bisa membuat hatinya tenteram dan damai melainkan zikir kepada Allah Ta'ala. 

Allah Ta'ala. berfirman, "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.(Ar Ra’du:28)

Nah temen-temen, itulah sekelumit gambaran tentang wanita sholehah. Ternyata menjadi wanita sholehah cukup menantang dan banyak pantangannya y. dan untuk melewati pantangan itu diperlukan perjuangan besar. Namun, atas rahmat dan taufikNya dan niat ente-ente (wanita muslimah) yang ikhlas ingin berubah kearah yang baik insya Allah jalan menuju kesana tidak akan melelahkan. Tidak akan banyak onak yang ente temukan.

Lagi pula menjadi wanita sholehah tidak membutuhkan biaya kecuali harta yang diperjuangkan di jalan Allah itupun sebagian sesuai dengan kemampuan, bahkan sebagai gantinya ente mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dan menjadi investasi di akhirat kelak. Kemuliaan seorang wanita sholehah g da tandingannya. Ia mengalahkan 70 laki-laki yang sholeh. Bahkan derajatnya melebihi bidadari yang ada di surga. Sebhanallah.

Alangkah bahagianya seorang pria mendapatkan calon pasangannya di persandingan yaitu wanita sholehah. Bagaimana tidak, nilainya lebih baik dan lebih mulia dibanding dunia dan seisinya. Ia adalah pelita yang akan menerangi bahtera rumah tangga. Ia adalah mutiara terpendam yang dicari dan dirindukan. Ia adalah permata yang menjadi dambaan setiap orang. Ia adalah emas murni yang mahal harganya. Ia adalah bulan purnama yang tidak akan membuat jenuh memandangnya.

Pertanyaannya, mampukah ente menjadi wanita sholehah yang menjadi dambaan setiap lelaki? Mau tidak mau, ente harus jawab ‘insya Allah Ya’. Lalu kemudian, mulailah naik dan melangkah pada tangga pertama, lalu kedua dan seterusnya. Ingatlah, hidup ini sementara. Tidak ada perjanjian kita dengan Allah Ta'ala agar esok bisa menatap sang surya. Kematian senantiasa mengintip dari segala sudut kehidupan. Ia bisa datang kapan saja tanpa pandang siapa lo siapa guwe. Oleh karena itu, jika ada setetes niat untuk berubah ke arah yang baik dan diridhoi, lakukanlah tanpa menunda dan menunggu waktu. Yakinlah Allah Ta'ala pasti memudahkan jalan itu untuk dilewati. Selamat mencoba!

wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)

Akhir kata, saya mohon maaf kepada para pembaca dan mohon ampun kepada Allah Ta'ala apabila ada kesalahan penempatan dan penggunaan kata dalam catatanku ini. Kebenaran dari Allah, kesalahan dari ana sendiri sebagai hamba yang bodoh, dhoif dan miskin ilmu. 
___________________________

Baca juga:

1 Response to "Jadilah Wanita Sholehah yang Menjadi Idaman Setiap Lelaki"