Kenalilah Ibumu Wahai Para Mukminin (Part 1/2)

 Nama nama Istri Nabi Muhammad


Ikhwan Sunnah | Ketahuilah bahwa kedudukan Istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang-orang yang beriman adalah sebagai “Ibu”,  Oleh karnanya sebutan ummul mukminin senantiasa disematkan pada nama-nama mereka. Hal ini telah Allah ‘Azza wa Jalla jelaskan di dalam Al-Qur’anul Karim surat Al-Ahzab ayat ke-6: 

..... ۗ النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ

Artinya: “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isteri-Nya adalah ibu-ibu mereka…” (QS. Al-Ahzab: 6).

Wahai para mukminin...
Sudahkah kita mengenal ibu-ibu kita? Istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibu bagi orang-orang yang mengakui dirinya beriman , maka alangkah durhakanya jikalau orang-orang mukmin tidak mengenal ibu mereka sendiri. Padahal Istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan para wanita yang sangat mulia. Mereka senantiasa membantu dan mendampingi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendakwahkan Islam di permukaan bumi ini. Maka marilah kita mengenal ibu-ibu kita tersebut dengan cara mempelajari sejarah-sejarah mereka. Berikut ini kami telah tuliskan sedikit tentang biografi istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semoga kita dapat merasa lebih dekat dengan ibu-ibu kita tersebut.


1. Khadijah binti Khuwailid.

Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha adalah wanita Quraisy yang terkenal baik nasab maupun akhlaknya. Nasabnya bertemu dengan nasab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek yang kelima. Oleh sebab itu beliau adalah istri Nabi Muhammad yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Khadijah binti Khuwailid dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah, ibunya sempat mengalami fase jahiliyah namun hal tersebut tidak menjadikan Khadijah berakhlak buruk. Ia adalah wanita serta orang yang pertama beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada tahun 25 sebelum hijrah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  menikahi Khadijah pada saat usia Nabi genap 25 tahun dan Khadijah pada saat itu berusia 40 tahun. Rumah tangga mereka berlangsung selama 25 tahun. Dan dianugerahi 6 orang anak, yakni 2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Mereka adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Qultsum, dan Fatimah.

Khadijah radhiallahu ‘anha wafat pada usianya 65 tahun. Yakni pada tahun ke-3 sebelum hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah.


2. Saudah binti Zam’ah

Saudah binti Zam’ah radhiallahu ‘anha merupakan seorang wanita Quraisy dari Bani ‘Amir. Sebagian sejarawan menyatakan tidak ada rujukan yang kuat mengenai tahun kelahiran beliau. Saudah binti Zam’ah adalah janda dari sahabat as-Sakran bin Amr radhiallahu ‘anhu. Bersama as-Sakran ia telah mempunyai 5 orang anak.

Ada yang mengatakan bahwa usia Saudah binti Zam’ah saat menikah dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu 55 tahun. Yakni 3 tahun sebelum hijrah. 

Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dilanda kesedihan atas wafatnya Khadijah sang istri tercinta, Khoulah binti Hakim datang kepada Rasulullah dan menyarankan dua nama yaitu Saudah dan Aisyah untuk dijadikan seorang istri. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih Saudah binti Zam’ah yang usianya lebih tua dibandingkan Aisyah. Dan ketika pernikahan itu telah berlangsung selama 3 tahun lebih maka barulah Rasulullah menikahi Aisyah.

Saudah binti Zam’ah radhiallahu ‘anha wafat di akhir-akhir pemerintahan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yakni pada tahun 54 Hijriyah.


3. Aisyah binti Abu Bakar

Aisyah radhiallahu ‘anha merupakan salah satu istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling dikenal dikalangan umat muslim. Aisyah binti Abu Bakar juga memiliki banyak keistimewaan dibanding istri-istri Rasulullah yang lainnya. Di antaranya ialah, Aisyah radhiallahu ‘anha  adalah satu-satunya istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah Subhaanahu wa Ta’ala sebutkan namanya dalam Al-Qur’an untuk membela kehormatannya. Bukan hanya satu atau dua ayat saja, melainkan sampai 10 ayat , yakni pada surat An-Nur ayat ke-11 sampai ayat ke-20. Menfitnah dan menodai kehormatan Aisyah berarti sama saja dengan mengingkari Al-Quran. Maka sebab itu, para ulama menghukumi kafir bagi siapa saja yang merendahkan kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha.

Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha adalah seorang wanita Quraisy yakni putri Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu dan ibunya bernama Ummu Ruman radhiallahu ‘anha. Aisyah dilahirkan pada tahun ke-7 sebelum hijrah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah radhiallahu ‘anha berdasarkan perintah dari Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

رأيتُك في المنام ثلاث ليال ، جاء بك الملك في سرقة من حرير، فيقول : هذه امرأتك فأكشف عن وجهك فإذا أنت فيه، فأقول : إن يك هذا من عند الله يُمضه 

Artinya: Aku telah melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Lalu malaikat itu berkata, “Ini adalah istri-Mu”. Maka Aku singkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, “Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiallahu ‘anha ketika Aisyah berusia 6 tahun, namun pada saat itu ia belum tinggal satu rumah dengan Rasulullah, dan barulah pada usia 9 tahun Aisyah tinggal satu rumah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan rumah tangga ini juga berlangsung selama 9 tahun. 

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, 

تزوجني رسول الله صلى الله عليه وسلم لست سنين ، وبنى بي وأنا بنت تسع سنين 

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga bersamaku (menggauliku) saat aku berusia 9 tahun.” (Muttafaq’ alaihi).

Dahulu ada anggapan dikalangan orang arab bahwa apabila seseorang yang telah bersahabat dengan sangat dekat lantas dapat membuat hubungan diantara mereka bagaikan saudara kandung. Namun hal ini dibantah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menikahi Aisyah radhiallahu ‘anha. Disaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menikahi Aisyah, maka Abu Bakar radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah tentang perihal pernikahan Beliau;

عن عروة أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب عائشة إلى أبي بكر فقال له أبو بكر: إنما أنا أخوك، فقال: أنت أخي في دين الله وكتابه وهي لي حلال. 

Dari Aurah, bahwa “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada Abu Bakar untuk melamar Aisyah. Kemudian Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya aku ini saudaramu’. Rasulullah menjawab, ‘Iya, engkau saudaraku dalam agama Allah dan Kitab-Nya dan ia (Aisyah binti Abu Bakar) adalah halal bagiku (untuk dinikahi)’.” (HR. Bukhari).

Ketika Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha berumur 18 tahun, di pangkuannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Dan disaat Aisyah berumur 65 tahun ia pun wafat. Dengan kata lain, Aisyah hidup sendiri tanpa suami selama 47 tahun lamanya.


4. Hafshah binti Umar bin al-Khattab.

Hafshah radhiallahu ‘anha putri dari Umar al-faruq juga merupakan wanita Quraisy, ia dilahirkan pada tahun ke-18 sebelum hijrah. Dahulunya Hafshah adalah seorang istri dari sang pahlawan Perang Badar yakni Khunais bin Khudzafah as-Sahmi radhiallahu ‘anhu. Bersama Khunais, Hafshah telah melakukan hijrah sebanyak 2 kali, yaitu ke Habasyah dan kemudian ke Madinah. Adapun Khunais radhiallahu ‘anhu wafat disebabkan oleh luka parah ketika Perang Badar.

Atas wafatnya Khunais radhiallahu ‘anhu, maka Umar berupaya mencari laki-laki terbaik sebagai suami untuk Hafshah. Ia pun mendatangi Abu Bakar dan Utsman radhiallahuma, namun mereka bukanlah jodoh bagi Hafshah. Kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melamar Hafshah. Maka Umar pun merasa sangat bahagia akan hal tersebut.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Hafshah pada tahun ke-3 Hijriyah. Yakni pada saat Hafshah berusia 21 tahun. Rumah tangga ini berlangsung selama 8 tahun lamanya. Saat usia Hafshah mencapai 29 tahun, sang Suami pun wafat. Dan Hafshah sendiri wafat pada saat berumur 63 tahun yakni pada tahun 45 Hijriyah, yaitu saat pemerintahan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.


5. Zainab binti Khuzaimah.

Zainab binti Khuzaimah radhiallahu ‘anha merupakan seorang wanita Quraisy yang janda dari sang pahlawan Perang Uhud, yakni Abdullah bin Jahsy radhiallahu ‘anhu. Zainab radhiallahu ‘anha juga merupakan wanita yang sangat ringan dalam berderma. Oleh karena itu, ia diberi julukan ibunya orang-orang miskin. 

Ketika Zainab menjanda, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya pada bulan Ramadhan tahun 3 Hijriyah. Zainab bin Khuzaimah radhiallahu ‘anha wafat disaat pernikahannya dengan Rasulullah baru berumur kira-kira 8 bulan. Dan pada ketika itu usia Zainab radhiallahu ‘anha menginjak 30 tahun.


6. Ummu Salamah (Hindun binti Umayyah)

Ummu Salamah radhiallahu ‘anha adalah wanita Bani Makhzum anak dari Umayyah bin al-Mughirah radhiallahu ‘anhu. Dahulu Ummu Salamah adalah seorang istri dari seorang muhajirin yang pertama-tama memeluk Islam, yakni Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Qurasyi radhiallahu ‘anhu. Bersama Abu Salamah ia memiliki 4 orang anak.
Ummu Salamah dilahirkan pada tahun 24 sebelum hijrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Ummu Salamah pada tahun 4 Hijriyah. Ketika itu umurnya ialah 28 tahun.
Ummu Salamah wafat pada tahun 61 Hijriyah dengan usia 85 tahun, yakni pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah.


Bersambung... "sambungannya Klik disini"


0 Response to "Kenalilah Ibumu Wahai Para Mukminin (Part 1/2)"

Post a Comment