Ketika Hari Kiamat Datang Menyapa Manusia

 Hari Kiamat


Hari kiamat adalah hari ketika Allah Ta'ala mengabadikan hidup dan orang-orang yang hidup. 

Allah Ta'ala berfirman:

كل شيء هالك إلا وجهه له الحكم و إليه ترجعون

''Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya. MilikNya-lah segala keputusan, dan hanya kepada-Nya lah kalian di kembalikan.''[QS. Al-Qashash: 88]

Hari kiamat adalah suatu hari, ketika telah tiba kehancuran pada alam ini, lalu manusia akan bangkit kepada Rabb alam semesta.

Hari kiamat adalah hari yang besar dan hari yang sulit, yang bagi orang-orang kafir bukanlah perkara mudah. Hari kiamat adalah hari ketika hati dan mata berguncang. Suatu hari yang huru-haranya menjadikan anak kecil beruban. Hari ketika seseorang lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, istri dan anaknya. Masing-masing orang ketika itu mengurusi urusannya sendiri-sendiri.

Hari kiamat adalah hari ketika seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, tidak pula anak menolong orang tuanya, sedikit pun. 

Hari Kiamat adalah hari ketika langit bak cairan perak dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang beterbangan.

Hari kiamat adalah hari yang dilalaikan manusia serta mereka tidak bersiap untuknya.

¤ Kita berbicara tentang hari kiamat untuk menghilangkan kelalaian ini dari diri kita.

¤ Kita berbicara tentang hari kiamat agar jangan sampai kita gigit jari pada hari penyesalan yang mana penyesalan tiada berguna lagi.

¤ Kita berbicara tentang hari kiamat supaya kita bersiap untuknya, bertaubat dan berbuat amal shalih disisa umur kita.

¤ Kita berbicara tentang hari kiamat agar kita takut terhadap hari yang agung itu.

¤ Kita berbicara tentang hari kiamat sebab kita sekalian butuh nasihat dan peringatan.

Dan kita akan menyebutkan, insya Allah, sebagian yang ada kaitannya dengan tiupan sangkakala dan pembinasaan makhluk hidup, kemudian kebangkitan dan penggiringan, huru hara hari kiamat dan kondisi manusia ketika itu, hisab dan balasan serta macam-macamnya, lalu mizan, haudh, syafa'at, shirath, dan lainnya.


=> Pembinasaan Makhluk Hidup

Alam ini yang kita hidup padanya, penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup, dan gerakan yang tidak pernah sepi dan henti. Kemudian datanglah hari yang kala itu segala sesuatu dari makhluk-makhluk akan terhenti dan binasa, kecuali yang dikehendaki Allah Ta'ala.

Hari itu dimulai dengan tiupan sangkakala pertama, yang ditiup oleh Israfil 'alaihissalam. Detik inilah yang telah mencegah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk bersenang-senang didunia fana ini. Rasulullah bersabda,

"Bagaimana aku bersenang-senang sementara pemegang sangkakala telah meletakkan sangkakala dimulutnya, merundukkan keningnya, dan menajamkan pendengarannya, menunggu perintah untuk meniup lalu segera meniup?."[HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim]

Apabila malaikat Israfil telah meniup tiupan sangkakala yang pertama, maka segala sesuatu akan binasa, kecuali siapa yang dikehendaki Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman,

ونفخ في الصور فصعق من في السماوات و من في الأرض إلا من شآء الله ثم نفخ فيه أخرى فإذا هم قيام ينظرون

"Dan ditiuplah sangkakala (yang pertama), maka matilah siapa saja yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Lalu sangkakala ditiup sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing)."[Az-Zumar: 68].

Jadi, ditiupan yang kedua ruh-ruh akan kembali ke jasadnya dan manusia bangkit kepada Rabb alam semesta,

"Dan ditiuplah sangkakala (yang kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya menuju Rabb mereka." [Yasin: 51]


Mereka dibangkitkan dengan bentuk yang berbeda-beda, mereka tidak akan mati lagi setelah itu, kendati pun malapetaka menimpa mereka.

Allah Ta'ala berfirman,

"Itulah hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadap)-Nya, dan itulah hari yang disaksikan (oleh seluruh makhluk)." [QS. Hud: 103].

Seluruh manusia digiring menuju tempat yang agung. Allah berfirman,

"Dan (ingatlah) apabila binatang-binatang liar dikumpulkan."[QS. At-Takwir: 5].

Hari itu manusia dikumpulkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang, dan tidak disunat.

Ketika Aisyah radhiyanlahu anha mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan,

"Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan tanpa mengenakan sandal, telanjang, dan dalam keadaan tidak disunat." (Aisyah berkata), aku bertanya,"Wahai Rasulullah! Wanita dan laki-laki dikumpulkan, sebagian mereka akan melihat sebagian yang lain?" Beliau bersabda, "Wahai Aisyah, perkaranya lebih dahsyat daripada sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain."[Muttafaq Alaihi].

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan yang dia mati atasnya (berupa amal shalih atau buruk)."[Shahih Muslim].

Maka, orang yang mati ketika sedang berihram, maka dia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiah, sebagaimana dalam ash-shahihain. Demikian pula orang yang mati syahid akan dibangkitkan dalam keadaan lukanya mengalir; warnanya warna darah, dan wanginya wangi misk. Demikianlah, setiap hamba akan dibangkitkan sesuai kondisi yang ia mati atasnya.


=> Huru Hara Hari Kiamat

Hari Kiamat perkaranya (sangatlah) besar, terornya luar biasa, seorang hamba tidak akan pernah menemukan yang semisalnya, selamanya. Allah Ta'ala telah menggambarkannya didalam Kitab-Nya bahwa ia adalah hari yang besar, berat, dan sulit.

Pada hari kiamat manusia ditimpa rasa takut, cemas, dan susah. Wanita yang menyusui lupa akan anaknya, wanita hamil melepas kandungannya, sementara kondisi manusia seperti kondisi orang-orang yang mabuk lantaran dahsyatnya.

Allah Ta'ala berfirman,

"(Ingatlah) hari ketika kalian melihat kegoncangan itu; wanita-wanita yang menyusui lalai dari anak yang disusuinya, wanita-wanita yang mengandung melepas kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, hanya saja azab Allah sangatlah keras." [QS. Al-Hajj: 2].

Setiap orang akan mengurus dirinya sendiri, tidak menoleh kepada selainnya. Bahkan, manusia lari dari orang yang paling dia cintai. Dia akan lari dari saudaranya, ibu bapaknya, istri dan anaknya. Masing-masing mereka ketika itu sibuk dengan urusannya sendiri. Sungguh itu adalah hari yang besar, mengerikan dan menakutkan.

0 Response to "Ketika Hari Kiamat Datang Menyapa Manusia"

Post a Comment