Kisah Keajaiban Sedekah

Keajaiban Sedekah


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teman-teman sekalian, semoga kita dirahmati Allah subhaanahuwata'alaa
Malam ini adalah malam Ahad dimana kebanyakan orang memanfaatkannya sebagai malam melepas kepenatan setelah beraktivitas selama sepekan. khusus bagi remaja, kebanyakan dari mereka memanfaatkannya dengan mengisi tempat-tempat keramaian. Tempat yang aku maksud adalah Mall, Club, warkop, rumah karoke, bahkan ada yang ke pantai dimana mereka ditemukan dalam keadaan ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan). Namun khusus bagi remaja ikhwah, tentu tempat semacam itu tidak menjadi tujuan mereka di malam seperti ini.

Aku menyaksikan mereka dengan pakaian muslimnya, baju gamis, celana cingkrang, dan kopiah putih yang melekat di tubuh mereka lalu mendatangi rumah-rumah Allah, tempat dimana mereka akan melaksanakan shalat dan diadakannya majelis-majelis zikir. 

Pada kesempatan itu, aku menjadi bagian dari mereka mendatangi rumah Allah (bc : masjid) yang terletak di Jl. Abd. Dg. Sirua Makassar. Namanya Masjid Wihadatul Ummah. Pada setiap malam Ahad, Masjid ini ramai dikunjungi Jama'ah, sebagian besar dari Jama'ah adalah Ikhwah dari kalangan remaja. Mereka hadir untuk mendengarkan taklim (bc. ceramah agama) tiap malam Ahad, dimulai ba'da magrib sampai isya dengan pemateri rutin adalah Ust. Yusran Anshar, LC, MA hafidzahullah. dengan kitab yang dibahas adalah kitab Riyadussholihiin bab tata cara Makan karya Imam Nawawi Rahimahullah.

Tadi sore, aku bersama kakaku berangkat kesana dengan mengendarai sebuah sepeda motor. setelah menempuh perjalanan dimana jaraknya kira-kira 3km, tibalah kami di tempat parkir motor ikhwah yang terletak kira-kira 50 meter dari masjid. Kebetulan kami memilih memarkirkan motor di pinggiran lorong. Lalu aku bersegara menuju masjid karena azan magrib telah dikumandangkan. sementara kakakku masih ada dibelakang memperbaiki posisi motornya. 

singkat cerita, setelah taklim dan shalat isya kelar, aku melihat kakakku beranjak duluan dari tempat duduknya dan segera keluar dari masjid. sementara itu, aku masih duduk ingin mendengarkan pengumuman-pengumuman  dari ikhwah yang disampaikan secara rutin di depan jama'ah ba'da isya. selesai pengumuman kira-kira 10 menit, aku pun bersama dengan jama'ah ikhwah yang lainnya meninggalkan tempat duduk dan keluar dari masjid. Diluar masjid aku bertemu dengan kakakku. sepertinya ia sedang panik. ternyata ia mencari kunci motornya. 
Akupun disuruh untuk mencarinya tempat parkir motor. mungkin sebelumnya ia telah menacarinya disana.

Akupun segera menuju ke TKP, sambil menatap di sepanjang lorong. kali aja kuncinya tercecer. Ternyata gak ketemu. Di lokasi parkir, kebetulan lokasinya gelap, tidak ada lampu jalan. Aku memanfaatkan senter yang ada di ponsel. Aku periksa seluruh badan motor ternyata tidak ada. 'mungkin kuncinya terlempar di got', pikirku. aku mencari di got juga tidak ada. Tiba-tiba ada seorang warga mendekatiku. mungkin ia mengira aku mau membawa lari motor. lagian emang tempatnya gelap. "cari apa mas" tanyanya. "ini pak, kunci motor saya hilang", jawabku. Diapun terdiam, dan meninggalkan tempat. 'hmmm, gak ada solusi dari dia. mana motornya terkunci leher lagi" pikirku dalam hati. lalu Aku duduk sambil meratapi orang-orang yang lewat. Kali aja ada yang mau membantu. Tak lama kemudian, seorang anak kecil gadis yang menggendong adek kecilnya dengan pakaian kumuhnya (barangkali anak jalanan) lewat di sampingku. Aku melihatnya, diapun melihatku sambil berjalan. Tiba-tiba terbetik dalam benakku ingin bersedekah. Lalu aku panggil anak gadis itu. "dek, sini" teriakku. Iapun bergegas mendatangiku. "ada apa kak?". Aku mengeluarkan selembar uang yang cukup membuat ia tersenyum. "ini, ambil" jawabku. Iapun meninggalkanku tanpa kata-kata.

Setelah itu, Aku kembali ke masalahku, kunci motor yang hilang. Akupun kembali menelusuri sepanjang lorong. kuncipun tak keliatan. Di tengah jalan, Aku bertemu kakakku yang baru saja mencari kunci di masjid. "gimana, dah ketemu?", tanyanya. "belum kak", jawabku. "coba, km yang cari di masjid". Aku pun melaksanakan perintah dengan segera menuju ke masjid. Di luar masjid, ternyata masih banyak ikhwah yang berkeliaran. Segera aku masuk kedalam masjid. AKu memperhatikan lantai masjid. kuncinya tak terlihat. Aku periksa di mimbar khatib, juga tidak ada. Aku tanya seorang ustadz di dekat mimbar, ia tidak memberikan jawaban yang memuaskan. 

hampir saja aku habis pikir. lalu aku keluar dari masjid. Akupun menyempurnakan tawakkalku dengan mencarinya di dalam WC. Kali aja ada yang menggantungnya di paku gantungan dinding WC. hmmm.. ternyata tidak ada. AKu memperhatikan semua teras masjid, juga tidak ada. Kembali aku menelusuri sepanjang lorong, dan akhirnya ditengah jalan, ditempat semula, Aku bertemu kakakku. Lalu ia bertanya dengan penasaran, "gimana?". Aku jawab, "gak ada sama sekali." Waktu kakakku bertanya seperti itu, ternyata di dengar oleh seorang warga yang ada di dekat kami yang sedang duduk di teras kiosnya di pinggir lorong. "cari apa?" tanya warga itu dengan suara yang nyaring. mungkin sebelumnya ia memperhatikan kami sedang mencari kunci disepanjang lorong masjid wihdatul ummah. lalu kamipun menimpalinya, "cari kunci motor pak". Kemudian, sambil ternyum, ia pun kembali berucap "mungkin ini yang kamu cari". Ia memperlihatkan kunci motor yang telah kami berusaha mencarinya dari tadi selama setengah jam lebih. Kami pun ikut tersenyum ceria dan berterima kasih kepada bapak itu. Aku sendiri tidak henti-hentinya memuji dan bersyukur kepada Allah. Lalu aku teringat dengan amalanku tadi bersama anak gadis itu. 'mungkinkah ini keajaiban sedekah', pikirku dalam hati sambil terharu.

وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ......

".......barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Ia akan memberikan baginya jalan keluar (dari setiap masalahnya)" (QS. Attalaq ayat 2)          

Makassar, Ahad, 21 September 2013

Mas'ud

0 Response to "Kisah Keajaiban Sedekah"

Post a Comment