Meninggalkan Pacaran karena Allah

 Cintailah seseorang karena Allah


Oleh : Muhammad Suherman



Sahabatku, sudah lama aku ingin cerita ini. Tapi, otak terasa lelah tidak mau untuk berpikir, tangan terasa letih untuk menuliskan setiap bait kata-kata curahan hati ini.

Sepertinya aku sudah merasa lelah dengan yang namanya CINTA. Aku selalu saja tersakati oleh kata sederhana namun penuh makna itu. Pernah kurasakan keindahan cinta pertama. Namun, cinta itu tak terbalas. Aku coba terima keadaan itu yang membuat aku semakin tersiksa bila harus kupendam rasa itu sendiri.

Ku coba untuk berani ungkapkan perasaan yang sudah penuh dalam rongga dada. Ternyata kenyataannya lain, bukan kebahagiaan yang ku dapat tapi kebencianlah yang tumbuh. Saat dia ucapkan kata-kata yang buat aku lemah “Dia jijik melihatku”. Aku merasa terhina, tak ada harganya diriku. Cinta yang sebelumnya berbunga berubah kobaran api kebencian.

Sekarang, jangankan lihat. Dengar namanya saja aku muak dengan orang yang pernah buat hati ku mencintai. Namun, tidak menghargai sedikitpun rasa ini. Seolah-olah dialah yang terbaik merasa bangga karena telah mampu buat aku jatuh cinta. Dengan seketika, cinta pertama itu melayang bagai debu hilang tak bertuan dan hatiku damai tanpa bayang-bayang semunya lagi. Aku bersyukur pada Sang Pencipta telah menghilangkan rasa yang pernah ditiupkan pada ku untuk orang yang salah dan tidak bisa menghargai orang lain.

Sekian lama aku memendam rasa cinta dalam palung jiwa, kini hatiku terusik. Bunga-bunga cinta yang sempat mati kini bersemi kembali dengan seseorang yang mampu buat aku merindu dan mencinta. Ku rasa Dia lebih indah dibandingkan cinta yang pernah ada. Aku selalu galau, galau dan galau setiap aku ingat Dia.

Tak ingin terjadi seperti cinta yang sebelumnya, karena aku pun kini mengetahui dan menyadari bahwa cinta ini telah menlanggar syari'at Sang Pencipta, maka aku ambil langkah untuk menjauh darinya. Meski kami telah saling pandang dengan tatapan yang memberi arti lain dan saling perhatian. Namun, aku telah jera dengan keadaan yang seperti ini. Walau ku akui aku sayang Dia, aku kasihi Dia. Namun, aku tak akan rela jika hatiku harus terluka untuk yang kedua kalinya.

Sekarang, ku kuatkan hatiku untuk katakan STOP to LOVE (pacaran)  aku berusaha sekuat mungkin untuk menahan hawa dan nafsuku untuk cinta-cinta palsu ini. Aku ‘kan bersabar sampai saatnya tiba, ku yakin Allah akan memberiku cinta sejati, cinta yang diridahai-Nya. Mengisi lubang di hati dan menggenggam erat sela-sela jari ini dengan penuh cinta dan kasih. Serta, membalas senyum dan membasuh air mata karena luka yang pernah ada.

Dan, yakinilah sahabat waktu itu tidak statis. Jangan terlalu mendramatisir apa yang terjadi, semua pasti akan berlalu dan berakhir. Itu adalah kesalahan yang pernah tidak aku sadari, kini ku sadar dan tak akan menangis lagi karena cinta.

Aku akan jalani hidup ini dengan senyum dan yakin aku pasti bisaaa!
___________________________

Baca juga:

1 Response to "Meninggalkan Pacaran karena Allah"

  1. Terimakasih sharingnya, pengetahuan bertambah dari sebelumnya. Sungguh sebuah kebaikan bagi kakak penulis. Taubat jadi lebih baik Aamiin. Jadilah muslimah yang taat, kenakan jilbab karena memakai jilbab merupakan kewajiban seorang muslimah yang ingin lurus di jalan Allah. Tinggalkan pacaran karena tidak sesuai dengan ajaran islam. Ada banyak cara memakai jilbab dan cerita hijrah di website islami. Kutinggalkan dia karena dia, Kucinta Kau dan Dia. :)

    ReplyDelete