Seputar Perkara Sahur, Imsak dan Fajar

Seputar Perkara Sahur, Imsak dan Fajar


Oleh  : Mas’ud

Seputar Permasalahan Sahur, Imsak dan Fajar

Assalamualaikum warahamtullahi wabarakaatuh


Teman-teman yang dirahmati Allah subhaanahu wa ta’aalaa...

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kita nikmat-Nya yang begitu banyak. Diantara nikmat-nikmat itu terdapat nikmat yang sangat berharga dan bersifat vital dalam diri kita yaitu kesehatan yang senantiasa membuat kita bersemangat dalam beramal dan beribadah...dan kehidupan yang selalu menghiasi lahir batin kita.

Sahabat Ibnu Umar radhiallohu anhu berkata: “manfaatkan kesehatanmu sebelum sakitmu dan kehidupanmu sebelum kematianmu..."

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Indikasi sebuah kesyukuran bukan hanya dalam batas pengucapan Hamdalah atas nikmat-Nya. Namun lebih dari itu, hendaknya setiap nikmat itu, penerima nikmat-Nya dapat mengantarkan dirinya ke ruang lingkup ketaatan kepada Allah Azza wajal. Inilah hakikat manivestasi dari sebuah kesyukuran yang bisa mengundang datangnya nikmat tambahan dari Pemiliknya. Akan tetapi apabila nikmat itu tidak bisa membawa penerimanya kepada ketaatan maka sebaliknya Allah menjadikan nikmat azab yang pedih baginya.

Allah subhaanahu wata’alaa berfirman: “apabila engkau bersyukur maka Aku akan tambahkan (nikmat itu) dan jika engkau ingkar (kufur) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”  

Shalawat dan salam semuga tercurah dan terkirim kepada sayyidil ambiyaai walmursalin, Muhammad bin Abdillah Shallallohu ‘AlaihiWasallam, keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau dan kepada para pengikutnyayang senantiasa istiqamah diatas manhaj beliau hingga hari yang diyakinkan itutiba.

Teman-teman yang dirahmati Allah subhaanahuwata’aalaa...

Catatan kali ini, akan saya mengetengahkan sebuah topik yang bertema bulan Ramadhan yaitu Sahur, Imsak dan Fajar. Karena ini berkaitan dengan masalah fiqih, maka diperlukan konstrasi dan kehati-hatian dalam memberikan penjabaran terhadap perkara ini. Saya hanyalah orang awam yang sedikit ilmu tapi mau berbagi. Siapa tahu aja, apa yang saya ketahui, teman-teman belum pernah tahu atau sebaliknya. Maka catatan ini sifatnya mengajar, diajari, dan masukan... hehehe cari tahu sendiri maknanya..

Let’s go to the point......

SAHUR

Yuk.. kita lihat pengertian sahur..
Sahur berasal dari bahasa arab yang mengandung dua makna sesuai asal katanya. Pertama adalah bermakna kata benda (As-Suhuur) artinya makanan yang dimakan sebelum puasa. Kedua adalah bermakna verbal atau katakerja (suhuur) yaitu perbuatan makan sebelum puasa. Intinya adalah sahur bermakna makan dan minum sebelum waktu imsak tiba.

Sekarang kita lihat dalil anjuran dan keutamaan sahur..
Dari Anas bin Malik radhiallaahuanhu beliau berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat berkah."

Nah... dalam hadits diatas orang yang makan sahur dan makanan yang dimakan semua mendapatkan keberkahan. Berkah artinya kebaikan yang tetap dan banyak.

Kapan kita sahur???
Tentu maksudnya adalah waktu sahur yang afdhal tuh kapan???
Nah.. teman-teman.. perhatikan hadits Nabi berikut ini..

Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhilallaahu ‘anhu,beliau berkata:
Kami makan sahur bersama Nabi shallallaahu alaihi wasallam kemudian beliau berdiri untuk shalat subuh. Saya (Anas bin Malik) bertanya kepadanya: ‘berapa jarak antara adzan dan sahur?’ Zaid bin Tsabit radhilallaahu ‘anhu menjawab, ‘kira-kira selama bacaan 50 ayat’,” (HR. Bukhari dan Muslim)..

Nah.. dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa ternyata Nabi dan para sahabat Beliau  makan sahur diakhir waktu. Ini menunjukkan bahwa dianjurkan (bc: disunnahkan) mengakhirkan waktu makan sahur atau makan sahurlah saat benar-benar mendekati waktu shalatsubuh (Imsak).

Coba kita lihat kembali perkataan Zaid bin Tsabit radhiallaahu’anhu, “kira-kira selama bacaan 50 ayat”.. kalau kita bawa perkataan ini kepada hitungan jam, kira-kira berapa menit yang dibutuhkan makan sahur hingga shalat subuh didirikan??...

Kita coba ambil sampel 50 ayat dari surah surah Al Baqarah pada Juz pertama (1/2 juz).. kalau saya yang membaca ayat-ayat itu kira-kira saya butuh waktu 15 menit untuk menyelesaikan bacaanku. Ingat teman-teman... 15menit.. artinya kalian makan sahur 10 menit kemudian 5 menitnya gunakan untuk istirahat sambil nunggu subuh.

Perhatikan lagi hadits berikut ini..
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallaahu’anhu beliau berkata:
Saya pernah makan sahur bersama keluarga saya, kemudian saya bersegera untuk mendapatkan sujud bersama Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam." (HR. Bukhari)

Lihatlah teman-teman.. seusai sahur, mereka langsung segera bangkit mengerjakan shalat.

Kesalahan-kesalahan mengenai makan sahur yang terjadi dimasyarakat awam..
Dari hadits diatas ternyata sangat berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang menjadi kebiasaan di masyarakat kita. Tak jarang mereka memulai makan sahur di waktu dini hari (awal waktu). Saya punya keluarga di daerah, mereka start makan sahur pukul 3 bahkan ada yang ekstrim lagi pukul 2 atau 1 dini hari. Mungkin sebagian dari kita, kalau udah sahur bisa tidur lagi setengah jam atau satu jam kemudian shalat subuh.

Teman-teman... Walaupun mereka makan sahur diwaktu-waktu tersebut dan puasanya tetap aman-aman saja sampai berbuka... namun mereka telah menjauh dari sunnah Nabi yaitu mengakhirkan waktu sahur. Dan tentu mereka kehilangan keberkahan dari sahur mareka.

Kesalahan lain adalah..
Mereka mengikuti jadwal imsakiyah yang ada di daerah masing-masing.. padahal waktu sahur yang ada di jadwal masih lama sebelum imsak yang sebenarnya...

Lalu apa itu imsak???
Kalau semua orang ditanya apa itu imsak, maka jawaban dari mereka bervariasi sesuai tingkatan ilmunya..

Orang awam menjawab: nahan makan dan minum karena mau puasa
Orang alim menjawab : menahan makan dan minum mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Orang faqih mengatakan : menahan diri dari makan dan minum serta perkara lain yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar(subuh) hingga terbenamnya matahari.

Semua jawaban diatas adalah benar...

Untuk lebih jelasnya tentang imsak, yuk.. kita pindah kepoint ‘FAJAR’

perhatiakan firman Allah subhaanahuwata’ala berikut!

“....dan makan dan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (TQS. Al-Baqarah ayat 187)

Maksudnya teman-teman...... kita diberi peluang oleh Allah subhaanahuwata’ala untuk makan sahur sampai terbitnya fajar (pagi atau subuh)..

Apa yang dimaksud FAJAR??

Benang putih dan benang merah pada ayat diatas, maksudnya adalah warna cahaya matahari yang membentang di sepanjang ufuk timur (daerah indonesia) yang muncul sebelum matahari terbit. Qadarullah, Pemandangan yang indah dan menakjubkan ini bisa kalian saksikan sendiri dengan mata telanjang tanpa menggunakan alat canggih. Karena memang kejadian alam ini diciptakan oleh Penciptanya agar bermanfaat bagi hamba-Nya yaitu orang-orang yang beriman utamanya dalam perkara imsak. Jadi, sebenarnya teman-teman bisa menentukan imsak dengan sendiri-sendiri tanpa berpatokan dengan jadwal imsakiyah yaitu dengan melihat peristiwa alam ini lalu kemudian lihat jam kalian, silahkan tentukan, pukul berapa terjadinya fajar atau imsak.

Masih bingung dengan FAJAR??
Hehehe penasaran??... besok pagi abis sahur.. kalian sekali-kali keluar dari rumah.. kemudian silahkan melihat keatas.. kalian akan melihat warna langit yang masih hitam dengan hiasan bintang-bintangnya. Setelah itu, arahkan pandangan kalian ke timur. Kalian akan menyaksikan pemandang yang begitu indah yaitu cahaya matahari yang kemerah-merahan. Biasanya kalau diurutkan mulai dari warna langit diatas kepala kita sampai garis khatulistiwa ufuk timur, warnanya seperti ini: hitam, biru tua, biru mudah, merah, orange, kuning. Dalam keadaan seperti ini, gunung dan bangunan-bangunan lainnya telah nampak bayangan hitamnya. Nah... di waktu inilah sebenarnya waktu imsak berlaku, azan subuh dikumandangkan, serta makan dan minum diharamkan bagi yang berpuasa..

So.. kalian masih bisa makan dan minum (sahur) sebelum azan subuh diperdengarkan.

masih bingung lagi gimana penampakan fajar.. ni takasi fotonya..


Fajar Shadiq

Gambar Fajar Shadiq


Perhatikan hadits Nabi berikut...

Beliau shallallaahu alaihi wasallam bersabda,“Sesungguhnya, Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka, makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan (subuh)." (HR. Bukhari dan Muslim).

Syeikh Abdul Azis As-Salam berkata: “kata ‘hatta’ (hingga) dalam surah Al-Baqarah ayat 187 dan hadits diatas bermakna ‘masuk’, maksudnya kalian boleh makan dan minum sampai waktu subuh”. Hanya saja, bila gelas airminum telah ada di tangan kita dan muadzzim mengumandangkan azan maka kita boleh minum air itu. 

Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihiwasallam, “Bila salah seorang diantara kalian mendengar seruan adzan, sedangkan gelas minuman masih di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya sebelum melaksanakan keinginannya untuk minum.” (HR. Abud Dawud, Ibnu Jarir, dll).

Perhatikan pula perkataan fatwa ulama dunia senior berikutini!

Syaikul islam mengatakan, “Bila muadzim mengumandangkan adzan sebelum fajar terbit, sebagaimana Bilal mengumandangkan adzan seblum fajar pada masa Nabi dan adzannya para muadzin di Damaskus dan kota lainnya, maka makan dan minum setelah itu tidak ada masalah dengan waktu secukupnya.’

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Adzan shalat subuh, baik setelah terbit fajar atau sebelumnya, jika dikumandangkan setelah terbit fajar, maka orang yang sahur wajib berhenti makan dan minum dengan sekedar mendengar adzan saja. Sebab, Nabi  Shallallohualaihi wasallam bersabda’ “Sesungguhnya, Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka, makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum. Dan dia tidak mengumandangkan adzan (subuh) kecuali fajar telah terbit. (HR.Bukhari dan Muslim). Jika kalian mengetahui bahwa muadzin mengumandangkan adzan setelah terbit fajar subuh, maka berhentilah makan dan minum ketika mendengar adzan itu.” (Majmu Fatawa)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan saat menjawab masalah ini dan hal-hal yang berkaitan dengannya, “seorang mukmin yang berpuasa wajib menahan diri dari makan dan minum serta lainnya bila terbitnya fajar sudah ia ketahui. Itu dalam puasa wajib, seperti; puasa ramadhan, puasa nadzar, dan puasa kafarat. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahuwata’ala, “....dan makan dan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (TQS. Al-Baqarah ayat 187)..


Akhirnya kata.. Semoga kita diberikan oleh Allah subhanahuwata’ala pemahaman islam yang benar dan jauh dari perkara-perakara yang meragukan....

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Makassar, dhuha, 09:48, 18 Juli 2013
HambaMu yang Dhoif
Mas’ud


Semoga bermanfaat catatan kecil ini. jangan lupa tinggalkan coment yang bersifat kritikal dan motifatif. Ingat ilmu gak boleh disembunyikan atau diketahui sendiri... tahu kan apa yang mesti kalian lakukan setelah membaca catatan ini?.... gak perlu nglakuin yang lain-lain kecuali tekan tombol SHARE dibawah ini..

1 Response to "Seputar Perkara Sahur, Imsak dan Fajar"

  1. terima kasih ya
    ternyata boleh sahur walaupun imsak
    infonya bermanfaat

    ReplyDelete