Pendidikan Bahasa Arab Tradisional dan Masalah yang Dihadapi

Pembelajaran Bahasa Arab dan Kesulitan serta solusinya


Pembelajaran Bahasa Arab Lampau / Tradisional dan Masalah yang Dihadapi

(Diterjemahkan dari buku Al-Muthala'ah Lilmustawa As-Tsani karangan Usman Husen, Lc M.Ag.)


Pendidikan bahasa Arab lampau (tradisional) memandang bahwa bahasa Arab adalah suatu mata pelajaran yang diajarkan dengan tujuan untuk zat bahasa itu sendiri, dengan kata lain bahwa bahasa Arab yang dipelajari tersebut tidak memiliki hubungan dengan kehidupan para pelajar dan aktivitas mereka sehari-hari. Pelajaran bahasa Arab sering kali terbatas hanya pada ruang-ruang belajar. Judul-judul pelajarannya pun gersang serta jauh hubungannya dengan kehidupan sehari-hari, seperti; contoh dan mufradat/kosakata yang diajarkan sulit dipahami dan  tidak dekat dengan pikiran para pelajar. Adapun diantara sebab pada permasalahan tersebut ialah bahwa sasaran atau tujuan dari pelajaran bahasa Arab adalah menghafal qawaid nahwu, mufradat dan istilah-istilah yang bermacam-macam. kesemuanya itu dihafal oleh para pelajar tanpa dikaitkan atau dipergunakan untuk ilmu-ilmu lainnya dan tidak pula dikehidupan sehari-hari. Terkadang apa-apa yang telah dihafal oleh pelajar tidak diterapkan pada qira’ahnya, sementara kurikulum membebani para pelajar untuk menghafal qawa’id bahasa yang tidak sesuai dengan kondisi kehidupan sehari-hari sehingga banyak pelajar yang lari dari pelajaran bahasa Arab. Dan terkadang masalah juga muncul pada metode pembelajaran bahasa Arab dari para pengajar. Pengajar sering kali berada dalam sikap ceramah, mendekte, dan menghafalkan sementara pelajar dalam sikap menerima, mendengar dan menghafal secara pasif.

Sebenarnya, dalam metode belajar bahasa Arab terdapat banyak kesulitan. Sebagiannya bersumber pada bahasa itu sendiri, sebagian pada masyarakat, sebagian pada siswa, dan sebagian pada guru.

Kesulitan-kesulitan pembelajaran bahasa Arab dapat pula ditinjau pada zat bahasa itu sendiri yang tersimpul pada bahasa Arab yang memiliki ciri khas berupa i’rab dan tashrif, diantara kesulitan i’rab pada pembelajaran bahasa Arab nampak kesulitan ini pada kebutuhan masa belajar yang panjang dan praktek yang sungguh-sungguh. Dan demikian pula telah nampak kesulitan pada susunan kalimat dan pada tata cara penulisan sebagian kalimatnya.

Dan pengajar berupaya mengikat antara tanda-tanda i’rab dan makna yang terhimpun pada susunan kalimat, dimana ketika pelajar merasa ada kesalahan pada i’rab menyebabkan pula kesalahan pada makna. Dan demikian pula bahasa Arab membutuhkan banyak latihan dan pengulangan serta pembiasaan.

Kesulitan bahasa Arab dapat juga ditinjau pada buku-buku pelajarannya yang tampak terbatas pada buku itu sendiri dan terkadang tidak memenuhi kebutuhan para pelajar dan tidak berhubungan dengan kecendrungan dan lingkungan pelajar. Maka dengan sebab itu pembelajaran bahasa Arab tidak tegak di atas motivasi dari dalam diri pelajar. Inilah permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran bahasa Arab.

_____________________________________________________
Mohon ma'af atas kesalahan dan kekurangan dalam penerjemahan.

0 Response to "Pendidikan Bahasa Arab Tradisional dan Masalah yang Dihadapi"

Post a Comment