Keingkaran Yang Merusak




Oleh: Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc.

Ketika membahas kisah tentang Iblis yang menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, sekolompok shahabat, Said bin Musayyib, dan yang lainnya menjelaskan, “(Dahulu) Iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia”. Ibnu Abbas menambahkan, “Dia (Iblis) bernama Azazil.”

Dahulu, Iblis termasuk makhluk Allah yang memiliki derajat mulia. Namun, setelah Allah menciptakan Nabi Adam dengan tangan-Nya, kemudian memerintahkan para Malaikat untuk bersujud, Iblis melihat dirinya dengan cara membandingkan antara dirinya dengan Adam. Dia melihat bahwa dirinya lebih mulia daripada Adam, sehingga dia enggan untuk sujud kepadanya. Padahal, Allah ta'ala telah memerintahkan dirinya dan para malaikat untuk bersujud kepada Adam.
Pada kesempatan yang lain, Ibnu Abbas berkata, “Ada sebagian kelompok malaikat yang disebut dengan Al-Hinnu. Dia adalah juru bicara jin, dan termasuk tokoh mereka, serta yang paling banyak ilmu dan ibadahnya. Dia termasuk yang mempunyai empat sayap, namun Allah merubahnya menjadi setan yang terkutuk (setelah menolak untuk sujud kepada Adam).”

Muhammad bin Sirin berkata, “Makhluk yang pertama kali melakukan pembandingan adalah Iblis. Dan tidaklah matahari dan bulan itu disembah, kecuali atas dasar pembandingan.”
Ketika akal lebih diutamakan ketimbang firman Allah, maka kerusakan akan merajalela. Baik untuk pribadi yang melakukan pengingkaran, maupun untuk lingkungan di sekitarnya. Iblis berusaha menunjukkan dirinya lebih mulia lewat perbandingan analogi, padahal sudah jelas bahwa Allah telah memuliakan Nabi Adam dengan empat pemuliaan; Allah menciptakannya dengan tangan-Nya sendiri, meniupkan sebagian roh-Nya kepadanya, memerintahkan para malaikat untuk sujud kepadanya, dan mengajarkan nama-nama benda kepadanya.

Sehebat apapun kita, sesholih apapun kita di pandangan manusia, sekaya apapun kita di tengah masyarakat, jika akal telah didahulukan ketimbang firman Allah karena kesombongan dan keingkaran, maka semua itu tidak akan membawa manfaat apapun bagi kehidupan akherat; kecuali hanya menambah kesengsaraan.

Cukuplah Iblis dijadikan sebagai pelajaran. wallahu a'lam.
____________


Sedikit Tambahan dari Aldi Syah bin Khaliddin

Ketika logika/kecerdasan anda tidak dapat menerima kebenaran yang telah disampaikan dalam Al-Qur'an dan Hadits maka buang segera logika anda! karena "TIDAK MUNGKIN" LOGIKA anda lebih benar dan lebih hebat daripada AL-QUR'AN dan HADITS.

Jangan mempertuhankan logika dan kecerdasan anda!!!

Ketika hati anda dipenuhi rasa benci terhadap seseorang maka anda akan sulit menerima kebenaran yang disampaikan oleh orang tersebut. Sehingga anda akan senantiasa membuat-buat alasan untuk menolak kebenaran yang telah disampaikan oleh orang tersebut.

Pelajarilah kebenaran...! Bukan mencari permusuhan...!

0 Response to "Keingkaran Yang Merusak"

Post a Comment