Aksi Masyarakat Aceh Penjarakan Ahok Si Penista Islam

Aksi ORMAS Islam Aceh Dukung MUI Pusat Penjarakan Ahok Si Penista Islam - Hari ini Jum'at 20 Muharram 1438 Hijriyah bertepatan dengan 21 Oktober 2016 Masehi masyarakat Aceh dan ormas-ormas Islam Aceh menggelar aksi dukungan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering dikenal dengan nama Ahok yang telah meresahkan dan membangkit kemarahan ummat Islam di Indonesia dan Dunia setelah melecehkan Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 51.

Masyarakat Aceh Penjarakan Ahok


Aksi masyarakat Aceh penjarakan Ahok ini diikuti oleh sekitar dua puluh lima ORMAS Islam yang berada di Aceh, diantaranya adalah:

1. RTA 
2. BKPRMI Aceh
3. KAMMI
4. Radina
5. PB MABAB
6. IKADI Aceh
7. FPI
8. PII Aceh
9. BAKOMUBIN
10. Dewan Dakwah Aceh
11. PCNU kota Banda Aceh
12. KAPMI
13. TASTAFI ACEH
14. PERTI ACEH 
15. DAYAH DARUL IHSAN ABU HASAN
16. Aswaja
17. IKAT ACEH
18. GSI
19. Bakomubin Aceh Besar
20. MIUMI
21. HMI
22. Dayah Mini
23. Wahdah Islamiyah Aceh
24. ISPA
25. Al-Waratsah Aceh

Aksi ini berlangsung setelah masyarakat Aceh melaksanakan shalat Jum'at sekitar pukul 13:30 WIB. di mulai dengan melakukan titik kumpul dari Masjid Agung Al-Makmur Lampriet kemudian melakukan konvoi menuju depan Masjid Raya Baiturrahman.

Untuk melihat videonya klik: Video Rakyat Aceh dukung MUI tangkap dan penjarakan Ahok

Aksi Tolak dan Penjarakan Ahok
Aksi Tolak dan Penjarakan Ahok

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh ini adalah sebuah  bentuk dukungan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk menangkap dan memenjarakan Gubernur DKI Jakarta bernama Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang difatwakan telah terbukti melecehkan kitab suci ummat Islam Al-Qur'anul Karim dengan menyebutkan bahwa surat Al-Maidah ayat 51 merupakan alat untuk membodohi. Berikut ini penyataan Ahok "Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya”. Penyataan Ahok yang menghina Al-Qur'an itu terjadi pada hari Selasa 27 September 2016 di kabupaten Kepulauan Seribu. Pernyataan Ahok tersebut dianggap menghina dua hal penting dalam Islam yaitu (1) menghina Al-Qur'an dan (2) menghina ulama-ulama Islam.

Berikut ini adalah fatwa MUI terhadap Ahok:

fatwa MUI terhadap Ahok

Masyarakat Aceh meminta kepada para pihak aparat penegak hukum dapat berlaku adil dalam menegakkan hukum di Indonesia ini tanpa memandang tingkat jabatan seseorang. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, jika seruan MUI untuk menindak tegas Ahok tidak diindahkan maka masyarakat Aceh akan melakukan tindakan jihad yang lebih dari ini.

Walaupun aksi ini sempat diguyur dengan hujan lebat, namun hal tersebut tidak menjadikan hambatan sedikit pun untuk masyarakat Aceh melanjutkan aksi dukung MUI penjarakan Ahok ini. Hujan yang diturun disaat itu merupakan rahmat Allah yang membangkit semangat para masyarakat Aceh, bahkan salah seorang pembicara dalam aksi ini meneriakkan dengan tegas kepada seluruh ummat Islam bahwa jika ummat Islam hanya diam saja ketika Al-Qur'an dilecehkan maka gantilah pakaiannya dengan kain kafan. Perkataan ini pun sontak membangkitkan semangat masyarakat Aceh, suara takbir pun berulang-ulang kali diteriakkan oleh para masyarakat Aceh. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Disela-sela aksi dukung penjarakan Ahok ini, masyarakat Aceh juga mengkritik keras pernyataan Nusron Wahid yang telah mengeluarkan pendapat sesat dan menyesatkan kepada ummat, bahkan tindakan Nusron Wahid (di acara: Indonesia Lawyers Club TvOne 11 Oktober 2016) dinilai sungguh keterlaluan dan tidak punya adab terhadap para ulama. Salah seorang masyarakat Aceh menantang Nusron Wahid untuk adu kecerdasan baca kitab kuning dengan anak-anak kecil Aceh.

Menanggapi perkataan Nusron Wahid di ILC TvOne yang mengatakan bahwa Al-Qur'an tidak boleh ditafsirkan. Tapi anehnya dia malah memakan perkataannya sendiri dengan berkata bahwa kata auliyaa dalam Al-Qur'an bukan berarti pemimpin. Dia malah menafsirkan Al-Qur'an menurut dirinya sendiri. Inilah kebodohan yang luarbiasa.

Semoga apa yang telah diperjuangkan oleh masyarakat Aceh selama ini dapat menjadi hujjah dihadapan Allah pada hari akhirat kelak, bahwasanya ummat Islam tidak akan diam ketika agama yang diridhoi ini dilecehkan oleh siapa pun. Mari kita rapatkan barisan! satukan hati, berpadu memperjuangkan dan membela Islam hingga titik darah penghabisan.

Jazakallahu khairan telah membaca Liputan ikhwansunnah.net : ORMAS Islam dan Masyarakat Aceh Dukung MUI Tangkap dan Penjarakan Ahok.




0 Response to "Aksi Masyarakat Aceh Penjarakan Ahok Si Penista Islam"

Post a Comment