Menampakkan Sedekah Juga Dibutuhkan - Sedekah dalam Islam

Sedekah dalam Islam - Sedekah adalah amal kebaikan yang dicintai dan dianjurkan Allah subhaanahu wata'aala. Oleh karenanya banyak ayat di dalam al-Qur’an yang berisi himbauan dan ajakan untuk bersedekah. Ia bisa berupa harta, tenaga ataupun waktu. Begitu besar manfaat sedekah bagi kaum muslimin, seperti menumbuhkan rasa kasih sayang dan saling tolong menolong di dalam kebaikan, sehingga Allah subhaanahu wata'aala membuat perumpamaan dan menjanjikan pahala yang berlipat untuk menggugah semangat setiap muslim agar bersegera bersedekah.

sedekah dalam islam


Allah subhaanahu wata'aala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menaf­kah-kan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Allah subhaanahu wata'aala juga berfirman: 

وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا


“Dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS. Al-Muzammil: 20)

Rahasia di balik kesenyapan


Tak hanya itu, kemudahan jalan dan cara bersedekah pun dibuka lebar, sehingga sedekah bisa dilakukan dalam keadaan apapun baik secara terang-terangan ataupun secara sembunyi-sembunyi. Namun demikian sedekah secara sembunyi-sembunyi adalah lebih baik dan lebih besar balasan pahalanya. Bagi pemberi sedekah, maka ia akan terhindar dari riya’ sedangkan bagi si penerima sedekah, ia akan terhindar dari rasa malu atau dihinakan oleh orang lain yang kebetulan menyaksikannya.

Allah subhaanahu wata'aala berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ  


Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Begitu pun sedekah secara sembunyi ini masuk di antara tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah subhaanahu wata'aala pada hari kiamat:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ يَوْمٍ لاَ ظِلَّ إَلاَّ ظِلُّهُ … وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ


Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah.... (diantaranya) Seorang yang bersedekah dengan sebuah sedekah, kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no.1423)

Sedekah sembunyi-sembunyi juga meredam kemarahan Allah subhaanahu wata'aala.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

ِّإِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِيْءُ غَضْبَ الرَّب


Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi akan memadamkan kemarahan Ar-Rabb.” (HR. Ath-Thabrani no. 16362. al-Albani berkata hadits ini hasan ligharihi)

Sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah karena pada asalnya keengganan untuk berzakat dan bersedekah dapat mengundang kemurkaan-Nya. Kemurkaan Allah dalam bentuk tertahannya hujan dari langit. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوْا


Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka, melainkan Allah menahan hujannya. Andai bukan karena hewan-hewan ternak maka Allah tidak akan menurunkan hujan kepada mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. al-Albani berkata hadits ini hasan)

Itulah di antara keutamaan bersedekah secara sembunyi-sembunyi yang dijanjikan Allah subhaanahu wata'aala kepada setiap pelakunya. Tak heran sejak dahulu para salaf senang melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi baik dengan harta, tenaga dan waktunya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallaahu 'anhu dan sedekahnya


Inilah kisah sedekahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallaahu 'anhu secara sembunyi-sembunyi yang terungkap oleh Umar bin Khattab radhiyallaahu 'anhu. Adalah gerak-gerik Abu Bakar Ash-Shiddiq yang senantiasa pergi ke suatu tempat selepas shalat fajar telah membuat Umar bin Khattab penasaran. Ia pun diam-diam membuntuti Abu Bakar hingga ia melihat Abu Bakar mengunjungi sebuah tenda kumuh di tengah padang pasir. Setelah Abu Bakar keluar dan berlalu dari tenda tersebut, Umar pun keluar dari tempat persembunyiannya dan masuk ke tenda tersebut. Ternyata ada seorang wanita tua dan buta bersama seorang bayi kecil di dalam tenda tersebut. Umar pun bertanya, “Siapa yang datang tadi pada kalian?” Wanita itu menjawab, “Aku tidak tahu. pastinya ia seorang muslim. Setiap pagi ia datang kemari.” “Apa yang ia perbuat?” tanya Umar lagi. Wanita itu berkata, “Ia menyapu rumah kami, mencampur adonan kami, memeras susu ternak kami, lalu pulang.” Sambil keluar, Umar berkata, “Engkau membuat lelah penggantimu, wahai Abu Bakar. Engkau membuat lelah para penggantimu, wahai Abu Bakar.”

Catatan: Redaksi: Kisah ini tidak ada sumbernya sama sekali, bahkan tidak ada satu pun dari para ulama yang menyebutkan kisah ini dalam buku-buku yang mereka tulis seputar keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallaahu 'anhu. Ada kisah lain yang mirip yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam kitab Tarikh-nya (30/ 322), hanya saja dalam riwayat ini Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu 'anhu -lah orang pertama yang mengurusi si wanita renta yang buta itu, tapi setiap kali datang hendak mengurusinya, ternyata sudah ada orang lain yang mendahuluinya. Usut punya usut diketahui ternyata orang tersebut adalah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallaahu 'anhu yang saat itu masih menjadi Khalifah. Sekalipun kisah versi Ibnu Asakir bersanad, tapi sanadnya sangatlah lemah. Sehingga kisah ini tidak dapat diterima dan tidak selayaknya disebutkan ketika menjelaskan seputar keutamaan dan kemuliaan pribadi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallaahu 'anhu. Masih banyak kisah-kisah shahih seputar keutamaan beliau yang jauh lebih mulia dan tinggi dari apa yang disebutkan dalam kisah diatas. Sengaja redaksi biarkan kisah tersebut tertuang dalam rubrik ini dari penulisnya sebagai pengetahuan bagi kaum muslimin bahwa kisah ini atau yang semisalnya tidak ada asalnya sama sekali, minimal sanadnya sangatlah lemah.

Menampakkan sedekah juga dibutuhkan


Walaupun bersedekah secara sembunyi memiliki keutamaan, tapi bukan berarti memperlihatkan sedekah ditinggalkan sama sekali. Karena sedekah adalah amal kebaikan baik dengan cara sembunyi atau terang-terangan. Dalam situasi dan kondisi tertentu kita justru dianjurkan memperlihatkan sedekah, seperti bersedekah dengan maksud agar orang lain terdorong semangatnya untuk bersedekah. Adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah mendorong orang-orang untuk bersedekah. Akan tetapi tak kunjung ada seorangpun yang mengeluarkan hartanya. Setelah shalat beliau berkhutbah, lalu muncul ada seseorang yang bersedekah dengan dinar, ada pula yang bersedekah dengan dirham, gandum dan kurma. Hal ini membuat orang-orang menjadi turut bersedekah. Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا


“Barangsiapa yang memulai satu kebiasaan baik dalam Islam maka baginya pahala (sedekah) dan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. an-Nasa’i no. 2554. Hadits shahih)
____________
Oleh: Binawan Sandhi Kusuma
Diterbitkan oleh: Majalah Shafa
Judul Asli: Dalam Sunyi Senyap

0 Response to "Menampakkan Sedekah Juga Dibutuhkan - Sedekah dalam Islam"

Post a Comment