Nasehat Bagi Pemuda yang Menunda-nunda Pernikahan

 Nasehat pernikahan bagi pemuda dan wali


Nasehat bagi para pemuda yang sengaja menunda-nunda pernikahan, dan sekaligus nasehat bagi orangtua yang meninggikan harga mahar (mas kawin) anak perempuannya.


Pertanyaan: 

Sebagian pemuda menunda-nunda pernikahannya tanpa sebab/alasan yang syar'i, maka apa nasehat mu untuk mereka? Dan apa nasehat mu untuk para orang tua (wali) yang melebih-lebihkan (meninggikan) mahar (mas kawin) dan biaya hidup untuk pernikahan?


Jawaban:

Dijawab oleh : Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily
diterjemahkan oleh: Aldi Syah bin Khaliddin (dengan sedikit perubahan)

Demi Allah, orang-orang yang menunda-nunda pernikahan tanpa sebab, kami nasehatkan ia untuk menjumpai dokter (periksa kenormalan dirinya)! 

Disyari'atkan wahai saudaraku bagi seorang muslim untuk mempercepat pernikahan dan hal ini adalah perkara yang disyari'atkan dan bukan sekedar adat saja, karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasalam bersabda: 

:عن عبد الله بن مسعود قال : قال لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم
يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ


"Dari Abdillah bin Mas'uud ia berkata: Telah bersabda kepada kami Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam : Wahai para pemuda! barangsiapa diantara kalian yang telah punya kemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang belum punya kemampuan untuk menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena dengan berpuasa terdapat padanya tameng (penahan syahwat)" (HR. Bukhari). 

Dalam hadits ini Nabi shallallaahu 'alaihi wasalam mengajak bicara kepada para pemuda, "Wahai para pemuda! barangsiapa diantara kalian yang telah punya kemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang belum punya kemampuan untuk menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena dengan berpuasa terdapat padanya tameng (penahan syahwat)". Yakni bahwasanya ia dapat menahan syahwat dalam dirinya dengan adanya puasa tersebut. 

Maka nasehat bagi para pemuda yang telah punya kemampuan untuk menikah hendaknya mengikuti perintah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, dan perkara ini adalah sebuah bimbingan, karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjadikan kemashlahatan (efek positif) tersebut kembali kepada manusia itu sendiri, dan kebaikan itu ada pada petunjuk Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam. Adapun barangsiapa yang belum punya kemampuan untuk menikah maka hendaklah ia senantiasa dalam keta'atan ibadah dan memperbanyak berpuasa. 

Dan adapun nasehat ku untuk para orang tua (atau wali) adalah mudahkanlah perkara pernikahan, karena sesungguhnya pernikahan itu terdapat padanya penjagaan kehormatan, dan bukan termasuk kemuliaan seorang wanita yang meninggikan maharnya, karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasalam tidak pernah meninggikan mahar (mas kawin) istri-istri Nya dan tidak pula pada anak-anak perempuan-Nya. Dan wanita yang mulia adalah sebuah keberkahan, dan wanita yang memudahkan mahar adalah suatu pertolongan. 

Dan diantara keberkahan pernikahan adalah menjadikan mahar yang mudah, bagaimana mungkin mahar ditinggikan sementara sekarang ini kita melihat bahwa wanita semakin bertambah banyak, dan kebanyakan dari para gadis yang tinggal di rumah-rumah ayah mereka dan belum menikah. 

Dan diantara kezhaliman yang nyata dan sebuah kemaksiatan adalah seorang wali/orangtua yang menunda-nunda pernikahan wanita (anaknya) yang lemah, untuk keuntungan sang orangtua/wali, seakan-akan ia ingin mengambil gaji wanita tersebut untuk beberapa tahun atau ia menunggu kehadiran anak adiknya (keponakan) untuk dinikahkan dengan wanita tersebut, maka hal ini tidak diperbolehkan. 

Dan adapun hak perwalian adalah sebatas tanggung jawab bukan perwalian untuk menguasai. Dan Allah akan mempertanyakan kepada setiap oarang yang diberi tanggung jawab terhadap yang ditanggungnya, maka hendaklah ia mempersiapkan akan tanggung jawabnya.

0 Response to "Nasehat Bagi Pemuda yang Menunda-nunda Pernikahan"

Post a Comment