Pergaulan Lawan Jenis Pria dan Wanita sesuai Ajaran Islam

Pergaulan Lawan Jenis - Adab dan Batasan Pergaulan Lawan Jenis Pria dan Wanita sesuai Ajaran Islam. Mari kita pelajari adab-adab yang perlu kita perhatikan dalam melakukan hubungan antara pria dan wanita dalam kehidupan sehari-sehari.

Batasan pergaulan lawan jenis


Di antara perkara yang tidak dipahami oleh kebanyakan umat islam saat ini adalah tentang rambu-rambu dalam berinterkasi antar lawan jenis (laki-laki dan perempuan) menurut Syariat Islam. Kita lihat sebagian mereka tidak memiliki batasan lagi dalam berinteraksi, seolah-olah seperti saudara kandung atau suami istri padahal bukan siapa-siapa.

Saudaraku, renungkanlah hadits berikut untuk menyadarkan dan menggugah hatimu agar engkau tetap waspada ketika berinteraksi dengan lawan jenis, betapa Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan (kesucian diri) pemeluknya. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, 

Waspadalah ketika kalian menemui wanita!” Para Sahabat bertanya, “Apa pendapatmu tentang al-Hamwu (saudara ipar), wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “al-Hamwu (saudara ipar) adalah kematian(HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)

Setelah engkau merenungi hadits di atas maka pastikan ketika anda berinteraksi dengan lawan jenis, khususnya yang bukan mahram -paling tidak- dengan jurus “Tujuh Kata Tidak” berikut ini:

1. Tidak pegang-pegangan (menyentuh)

Saling sentuh atau memegang lawan jenis sudah menjadi sesuatu yang lumrah di pergaulan orang-orang saat ini. Padahal sentuhan adalah api setan yang sangat kuat untuk membakar gairah berzina. Getaran nafsu saat bersentuhan dengan orang yang tak halal bagimu semakin dibuat indah oleh setan yang terlaknat sehingga menjerumuskanmu ke dalam kenistaan. Janganlah kau jadikan kulitmu sebagai bahan bakar api neraka dan ia akan menjadi saksi atasmu di hadapan Allah subhaanahu wata'aala ketika mulut dikunci di hari kiamat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَأنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ


Apabila kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi masih lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabir no. 486)

2. Tidak berkhalwat

Sering terjadi khalwat (bersepi-sepi/berdua-duaan) antara lawan jenis yang bukan mahram, baik itu di kantor, hotel, atau di tempat yang lainnya. Bahkan sebagian orang tua saat ini, anak perempuannya ketika dikunjungi oleh teman laki-lakinya malah diizinkan dan dibiarkan berduaan di ruangan, bahkan sampai ada yang sampai bermain di kamarnya. Padahal semua ini adalah sarana yang sangat besar untuk berbuat zina. Ini sering terjadi baik di desa atau di kota. Padahal Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah mewanti-wanti dari jauh-jauh hari:

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا ومَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ


 “Tidaklah sekali-kali seseorang berduaan dengan wanita kecuali ditemani oleh mahramnya(HR. Muslim no. 1341)

Dalam riwayat lain, 

Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan wanita melainkan yang ketiganya adalah setan”. (HR. At-Tirmidzi no. 2165)

3. Tidak mendayu-dayu dan berkata mesra

Allah subhaanahu wata'aala berfirman:

إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا 


“...........Janganlah kamu mendayu-dayukan suaramu karena akan menimbulkan hasrat bagi orang-orang yang memiliki penyakit (mesum) di hatinya. Akan tetapi ucapkanlah dengan ucapan yang baik”. (QS. Al Ahzab: 32)

Ayat ini turun sebagai nasihat bagi istri-istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam yang sudah dijamin kesucian mereka dan ketakwaan mereka. Maka tentunya wanita-wanita selain mereka harus lebih berhati-hati lagi ketika berbicara dengan lawan jenis karena tidak ada jaminan untuk tidak terjerumus pada dosa dan menimbulkan fitnah bagi orang lain walaupun maksud hati tidak ingin membuat fitnah. Banyak kalangan yang mampu menjadikan orang lain jatuh hati dengan kata-katanya yang manis dan suaranya yang indah sehingga timbul keterpautan hati yang bergejolak dan rasa yang terpendam, maka terjadilah zina hati yang semua itu adalah dosa. Apalagi saat ini alat telekomunikasi begitu mudahnya, walaupun jarak memisahkan kedekatan tetap dapat dirasakan.

4. Tidak Melepaskan Pandangan

Saling tatap-menatap saat berbicara atau sambil mencuri-curi pandang kepada lawan jenis adalah panah yang dilepaskan oleh setan dari busurnya. Panah tersebut akan terus melesat dan bisa jadi tepat menancap pada jantung hati yang terkoyak oleh racun asmara. Hancurlah dirinya dalam rasa yang indah merana jika tak sampai terungkapkan dalam bingkai pernikahan. Hatinya hanya semakin tersiksa dan hancur dengan rasa yang sia-sia, bahkan penuh dosa. Allah subhaanahu wata'aala begitu sayang kepada para hamba-Nya sehingga menasihati mereka dengan firman-Nya (yang artinya),

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar menundukan pandangan mereka (dari yang haram) dan supaya menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka(QS. An-Nur: 30) 

Dan Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar menundukan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kemaluan mereka(QS. An-Nur: 31)

5. Tidak Mengumbar Aurat

Ketika laki-laki dan perempuan berinteraksi hendaknya dalam keadaan menutup aurat mereka dan menggunakan pakaian yang baik dan sopan sehingga tidak menimbulkan fitnah. Aurat adalah sesuatu yang harus ditutupi.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ 


Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wanita kaum mu`minin agar mereka memakai jilbab-jilbab mereka. Yang demikian itu agar lebih mudah dikenal (sebagai wanita yang sholihah) dan agar tidak diganggau........” (QS. al-Ahzab: 59)

6. Tidak Ikhtilath

Ikhtilath (campur baur) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa adanya pembatas di ruangan baik itu di kantor, kelas, dan tempat yang lainnya memang merupakan perkara yang terjadi di banyak tempat, sampai pun disebagian instansi yang bercorak Islam belum bisa lepas dari budaya ini. Padahal ini adalah salah satu sarana yang bisa mengantarkan kepada keburukan. Allah subhaanahu wata'aala telah berfirman:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ 

“........Jika kalian minta sesuatu kepada mereka (wanita), maka mintalah dari belakang hijab (tabir), yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka........” (QS. Al-Ahzab: 53)

7. Tidak Ceroboh

Sebagian orang terkadang ceroboh ketika menemui kerabat yang bukan mahram atau temannya. Mungkin karena saking dekatnya sehingga ia menemuinya tanpa sungkan masuk ke kamar atau ruangannya. Adapula sebagian laki-laki atau perempuan yang tidak peka sehingga ia memasuki krumunan lawan jenis seolah biasa saja, padahal ini adalah salah satu jerat-jerat setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Hendaknya laki-laki muslim dan wanita muslimah menjaga etika yang baik dalam hal ini. Wallahu A’lam

Referensi:
1. Jilbab Al-Mar`ah Al-Muslimah, Syaikh al-Albani.
2. Khatharul Ikhtilath, Muhammad bin Abdillah al-Imam, dll.

==================
Sumber: Majalah Shafa
Oleh: Amirudin bin Salimin Bashori, Lc.
Judul Asli: Fiqih Persahabatan Lawan Jenis

0 Response to "Pergaulan Lawan Jenis Pria dan Wanita sesuai Ajaran Islam"

Post a Comment