Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a dan Mengusap Wajah Sesudahnya

Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a dan Mengusap Wajah Sesudahnya - Ikhwan SunnahHukum mengangkat (menengadahkan) tangan saat berdo'a terdapat tiga macam kondisi, yaitu sebagai berikut:

Hukum Mengusap wajah sesudah berdo'a


1. Kondisi yang pertama, terdapat dalil yang menerangkan untuk mengangkat tangan ketika berdo'a. 

Jika ada dalil yang menjelaskan bahwa dalam suatu do'a yang dilakukan adalah dengan mengangkat tangan, maka silakan mengangkat (menengadahkan) tangan ketika melakukan do'a tersebut.

Diantara do'a dengan mengangkat tangan adalah sebagai berikut:

  1. Berdo’a sesudah shalat istisqo’ (shalat minta diturunkan hujan)
  2. Berdo'a meminta hujan dalam khutbah jum'at atau khutbah istisqo’
  3. Berdo'a disa'at mengerjakan haji, yaitu ketika: berada di Shofa, Marwah, Arofah, Muzdalifah setelah shalat shubuh, Jumroh Al-Ula di hari-hari tasyriq, Jumroh Al-Wustho di hari-hari tasyriq.


2. Kondisi yang kedua, tidak terdapat dalil yang menjelaskan untuk mengangkat tangan ketika berdo'a.

Diantara do'a dengan tidak mengangkat tangan adalah sebagai berikut:

1. Do’a dalam shalat.
2. Do'a dalam khutbah Jum’at. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdo’a dalam khutbah Jum'at tidak mengangkat tangannya, namun beliau menyisyaratkan dengan jari telunjuk saja. Akan tetapi jika beliau meminta hujan dalam khutbah jum'at tersebut maka beliau mengangkat tangannya.
3. dll

Barangsiapa mengangkat tangan dalam kondisi-kondisi ini dan semacamnya, maka dia telah terjatuh dalam perkara yang diada-adakan dalam agama (alias bid’ah) dan melakukan semacam ini terlarang.

3. Kondisi yang ketiga, ketika tidak ada dalil yang menunjukkan mengangkat tangan atau tidak. Maka hukum asalnya adalah berdo'a dengan mengangkat tangan karena ini termasuk adab dalam berdo’a. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits, dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا 


“Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Tabaaraka wa Ta’aala maha pemalu lagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa“ (HR Abu Dawud (no. 1488), at-Tirmidzi (no. 3556), Ibnu Majah (no. 3865) dan Ibnu Hibban (no. 876) )

Demikianlah pembagian hukum mengangkat tangan ketika berdo'a. Namun, dalam kondisi kita mengangkat tangan ketika do'a, maka apakah sesudah berdo’a ada anjuran untuk mengusap wajah sebagaimana yang dilakukan sebagian orang?

Maka jawaban yang lebih tepat adalah tidak ada anjuran untuk mengusap wajah setelah berdo'a, adapun hadits yang menerangkan anjuran mengusap wajah setelah berdo'a adalah hadits-hadits yang dhoif. Maka tidak dapat dijadikan hujjah. Wallahu a'lam.

Terimakasih anda telah membaca artikel islam tentang : Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a dan Mengusap Wajah Sesudah Berdo'a



0 Response to "Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a dan Mengusap Wajah Sesudahnya"

Post a Comment